LAJUR.CO, KENDARI – Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, kini menjadi pusat penguatan industri perikanan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemerintah pusat telah mengucurkan anggaran Rp22 miliar untuk pembangunan fasilitas perikanan tersebut seperti cold storage berkapasitas besar.
Seluruh fasilitas bernilai puluhan miliar rupiah tersebut dikelola melalui Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), koperasi khusus nelayan binaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan dikawal langsung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe.
Pemkab Konawe dikabarkan mulai berkantor di Kecamatan Soropia untuk beberapa hari ke depan. Selain untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap dimanfaatkan nelayan, Pemkab Konawe juga tengah menyiapkan penyambutan Presiden Prabowo di Soropia.

Presiden Prabowo direncanakan melaksanakan lawatan ke Kabupaten Konawe antara tanggal 13 dan 14 Januari 2026. Dalam lawatannya, Presiden Prabowo akan meresmikan KNMP di Soropia sebagai penanda dimulainya operasional koperasi tersebut.
Kehadiran Bupati Konawe di Soropia diungkapkan Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim saat diwawancarai pada Senin (5/1/2026).
“Dari kemarin sudah berada disana, dan sampai tanggal 13 akan berkantor disana untuk kunjungan Presiden Prabowo,” ujar Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim.
Keputusan Bupati Konawe berkantor di Soropia juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, agar pemerintah daerah memastikan investasi negara benar-benar memberikan manfaat langsung bagi nelayan.
Lebih lanjut, Syamsul Ibrahim, menjelaskan keanggotaan koperasi dimaksud telah diatur secara khusus. Para nelayan dan pemilik kapal sebagai aktor utama, sehingga pengelolaan dilakukan secara kolektif dan profesional.
Syamsul Ibrahim menegaskan Soropia bukan kampung nelayan biasa, melainkan satu dari 10 kampung nelayan yang dicanangkan secara nasional. Kampung nelayan tersebut juga diproyeksikan menjadi sentra distribusi hasil laut berskala besar.
“Kampung nelayan di Kecamatan Soropia termasuk satu dari 10 kampung nelayan yang dicanangkan secara nasional,” ujar Syamsul Ibrahim.
Salah satu fasilitas utama yang dibangun adalah cold storage berkapasitas besar yang akan dimanfaatkan nelayan Soropia dan wilayah pesisir sekitarnya. Dengan hadirnya cold storage, nelayan memiliki daya tawar lebih kuat, mampu menyimpan ikan lebih lama, serta mengatur waktu distribusi ke pasar.
Selain cold storage, fasilitas dermaga di Soropia juga telah disiapkan untuk menunjang aktivitas perikanan skala besar. Dermaga ini memungkinkan kapal dengan muatan di atas 30 ton bersandar, sehingga membuka peluang distribusi hasil laut dalam skala lebih luas.
“Koperasi nelayan ini sudah lama dibentuk dan pemerintah pusat juga memberikan fasilitas. Dermaganya sudah ada, ini peluang besar dengan kapal bermuatan di atas 30 ton,” tambahnya. Red




