LAJUR.CO, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) tengah menyiapkan paket wisata lima pulau dalam satu perjalanan yang bisa menjadi alternatif destinasi bagi masyarakat saat libur Lebaran. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan konsep wisata dimaksud digagas Gubernur Sultra Andi Sumangerukka untuk mengembangkan pariwisata terintegrasi dengan memanfaatkan akses yang lebih mudah dari pusat kota.
Paket wisata tersebut dirancang dengan titik keberangkatan dari Kota Kendari menuju sejumlah pulau di sekitarnya. Para wisatawan bisa memulai perjalanan dari Kota Lulo menuju Pulau Hari, Tanjung Kartika, Saponda Dalam, Saponda Laut hingga berakhir di Pulau Bokori.

“Untuk awal tahun kita siapkan paket wisata Kendari–Pulau Hari–Tanjung Kartika–Saponda Dalam–Saponda Laut dan Bokori,” kata Ridwan saat diwawancarai, Rabu (11/3/2026).
Paket wisata tersebut, jelas Ridwan dirancang dengan harga yang relatif terjangkau agar dapat menarik lebih banyak wisatawan. Dalam sekali trip, paket wisata lima pulau itu diperkirakan dapat dijual sekitar Rp150 ribu per orang.
Harga tersebut, katanya, jauh lebih murah dibandingkan sejumlah destinasi lain di Sultra yang membutuhkan biaya lebih besar. Misalnya wisata ke Labengki yang bisa mencapai Rp2,5 juta per orang.
Ridwan menjelaskan, dari perhitungan awal, satu kali perjalanan paket wisata tersebut berpotensi menghasilkan sekitar Rp15 juta. Jika dikelola secara konsisten, potensi PAD dari sektor pariwisata bisa mencapai lebih dari Rp5 miliar dalam setahun.
Selain itu, dari sektor akomodasi wisata juga diproyeksikan mampu menyumbang tambahan PAD sekitar Rp2,5 miliar.
Ia menambahkan, konsep paket wisata tersebut telah mendapat apresiasi dari Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata karena dinilai sebagai gagasan inovatif dalam pengembangan pariwisata daerah.
Ridwan juga menilai selama ini pembahasan pariwisata Sultra terlalu sering berfokus pada Wakatobi. Padahal, lanjut Ridwan, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut masih relatif kecil dibandingkan beberapa wilayah lain.
“Selama ini kita selalu bicara Wakatobi, padahal faktanya jumlah wisatawan ke sana masih kecil. Bahkan Buton Selatan lebih banyak. Salah satu penyebabnya adalah akses,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov Sultra mulai mendorong pengembangan destinasi wisata yang lebih mudah dijangkau wisatawan dengan menjadikan Kendari sebagai titik awal perjalanan wisata.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi sektor pariwisata agar daerah tidak terus bergantung pada anggaran pemerintah pusat, melainkan mampu memanfaatkan potensi wisata untuk meningkatkan pendapatan daerah. Red





