LAJUR.CO, KENDARI – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMP Negeri 10 Kendari menyesuaikan durasi kegiatan belajar mengajar. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stamina, konsentrasi, dan semangat siswa selama menjalankan ibadah puasa.
Kepala SMPN 10 Kendari, Attia Yuliana Djamal, mengatakan durasi belajar yang sebelumnya 40 menit per jam pelajaran dipangkas menjadi 30 menit selama Ramadan.
“Waktu belajarnya dikurangi. Yang tadinya 40 menit sebelum puasa, nanti saat puasa menjadi 30 menit,” ujar Attia, Minggu (22/2/2026).

Langkah tersebut merujuk pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari tertanggal 11 Februari 2026 tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran dan aktivitas keagamaan selama Ramadan 1447 H/2026 M.
Berdasarkan edaran tersebut, siswa akan menjalani libur awal Ramadan pada 16–20 Februari 2026. Kegiatan belajar kembali berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
Tak hanya mengurangi jam pelajaran, pihak sekolah juga mengisi hari-hari awal masuk sekolah dengan kegiatan keagamaan. Pada 23–25 Februari 2026, SMPN 10 Kendari menggelar pesantren kilat bagi siswa Muslim. Sementara itu, siswa Kristiani mengikuti pendalaman iman sesuai keyakinan masing-masing.
Attia menegaskan, seluruh proses pembelajaran selama Ramadan diselaraskan dengan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Proses belajar mengajar selama Ramadan disesuaikan dengan jadwal libur yang telah ditentukan pemerintah,” katanya.
Untuk menjaga ritme belajar tetap optimal, sekolah juga menyusun jadwal yang lebih fleksibel dan tidak terlalu padat. Metode pembelajaran dibuat lebih interaktif, menyenangkan, serta sarat motivasi agar siswa tetap antusias meski berpuasa.
Selain itu, guru akan mengajak siswa berdoa bersama sebelum memulai pelajaran sebagai bentuk penguatan spiritual.
Attia berpesan agar seluruh siswa tetap fokus pada tujuan belajar, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan waktu secara bijak selama Ramadan.
“Semoga Ramadan ini membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua. Tetap semangat dan jaga kesehatan,” tutupnya.
Laporan: Ika Astuti





