Muna Barat Archives - lajur https://www.lajur.co/tag/muna-barat/ Media Informasi Terpercaya Fri, 17 Jul 2026 14:25:40 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1 https://www.lajur.co/wp-content/uploads/2025/06/cropped-logo-lajur-32x32.png Muna Barat Archives - lajur https://www.lajur.co/tag/muna-barat/ 32 32 Potret Gedung Koperasi Merah Putih di Muna Barat: Ada yang Sudah Rampung, Sebagian Baru Mulai Dikerjakan https://www.lajur.co/potret-gedung-koperasi-merah-putih-di-muna-barat-ada-yang-sudah-rampung-sebagian-baru-mulai-dikerjakan/ https://www.lajur.co/potret-gedung-koperasi-merah-putih-di-muna-barat-ada-yang-sudah-rampung-sebagian-baru-mulai-dikerjakan/#respond Fri, 17 Jul 2026 09:19:25 +0000 https://www.lajur.co/?p=112609 ...

Artikel Potret Gedung Koperasi Merah Putih di Muna Barat: Ada yang Sudah Rampung, Sebagian Baru Mulai Dikerjakan pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, MUBAR – Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menghiasi sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Di beberapa lokasi, gedung koperasi sudah berdiri lengkap dengan cat merah putih yang menjadi ciri khasnya. Sementara di lokasi lain, pembangunan yang terus berjalan baru memasuki tahap awal.

Pantauan LAJUR.CO di lapangan, Rabu (15/7/2026), menunjukkan progres pembangunan setiap gedung berbeda-beda. Ada yang telah rampung dibangun, dan ada pula yang baru mulai dikerjakan.

Di Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa, misalnya, gedung Koperasi Merah Putih tampak sudah selesai dibangun. Bangunan bercat merah putih itu berdiri di tengah kawasan permukiman warga.

Lokasi gedung koperasi tersebut juga cukup strategis karena berada di sekitar kawasan perkantoran, di antaranya dekat Kantor Camat Lawa dan BRI Unit Lawa, sehingga mudah dijangkau masyarakat yang beraktivitas di pusat kecamatan.

Meski dari luar tampak sudah siap digunakan, suasana di sekitar gedung masih terlihat sepi. Pintu bangunan masih terkunci rapat, sementara dari balik jendela terlihat bagian dalam gedung masih kosong dan belum dilengkapi fasilitas penunjang operasional.

Tak jauh dari sana, di Kelurahan Lapadaku, pembangunan gedung koperasi juga sudah memasuki tahap akhir. Lokasinya berada di jalur utama Jalan Poros Raha–Wamengkoli, tepat berhadapan dengan Masjid Nur Taqwa dan Kantor Kelurahan Lapadaku.

Posisinya juga berada dalam satu kawasan dengan Kantor Polsek Lawa, Koramil Lawa, dan Kantor PLN Unit Lawa, menjadikannya salah satu titik yang cukup strategis dan ramai dilalui masyarakat.

Seluruh bagian luar bangunan telah dicat merah putih. Namun, pekerjaan di bagian dalam masih terus berlangsung. Rak penyimpanan barang belum terpasang, sementara beberapa material bangunan masih tersusun di sejumlah sudut ruangan.

Berbeda dengan dua lokasi tersebut, pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Desa Lagadi masih berada pada tahap awal. Pekerjaan yang terlihat baru sebatas pembangunan fondasi dan pemasangan tiang sebagai struktur utama bangunan.

Meski demikian, lokasi gedung ini juga tergolong strategis. Bangunan berada tidak jauh dari jalan poros utama, hanya masuk sedikit ke dalam lorong. Di sekitarnya terdapat balai pertemuan, masjid, serta puskesmas, sehingga mudah dijangkau oleh warga desa.

Pembangunan gedung-gedung tersebut merupakan bagian dari Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Di Muna Barat sendiri, sebagian gedung telah rampung dibangun, namun masih menunggu penyelesaian fasilitas pendukung dan belum memperlihatkan aktivitas operasional. Red

Artikel Potret Gedung Koperasi Merah Putih di Muna Barat: Ada yang Sudah Rampung, Sebagian Baru Mulai Dikerjakan pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/potret-gedung-koperasi-merah-putih-di-muna-barat-ada-yang-sudah-rampung-sebagian-baru-mulai-dikerjakan/feed/ 0
Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci https://www.lajur.co/jemaah-haji-asal-muna-barat-tampil-dengan-busana-berwarna-warni-saat-tiba-dari-tanah-suci/ https://www.lajur.co/jemaah-haji-asal-muna-barat-tampil-dengan-busana-berwarna-warni-saat-tiba-dari-tanah-suci/#respond Wed, 01 Jul 2026 04:55:27 +0000 https://www.lajur.co/?p=112333 ...

Artikel Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, MUNA BARAT – Kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Muna Barat dari Tanah Suci tak hanya disambut hangat oleh keluarga, tetapi juga menarik perhatian karena penampilan para jemaah, khususnya kaum perempuan, saat tiba di Bandara Betoambari, Baubau, Selasa (30/6/2026).

Satu per satu jemaah perempuan menuruni anak tangga pesawat mengenakan gamis dan abaya beragam warna, mulai dari merah, putih, hingga warna-warna cerah lainnya. Penutup kepala yang dihiasi payet dan manik-manik berpadu dengan aksesori yang mereka kenakan, sehingga menciptakan tampilan yang mencolok.

Sementara itu, para jemaah laki-laki tampil seragam mengenakan jubah putih yang dipadukan dengan sorban bermotif kotak-kotak merah khas Timur Tengah. Penampilan para jemaah mencerminkan kebahagiaan setelah menunaikan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air.

Sebanyak 19 jemaah haji asal Muna Barat yang tergabung dalam Kloter 38 Embarkasi Makassar (UPG) tiba di Baubau menggunakan pesawat Wings Air. Setibanya di bandara, petugas membantu para jemaah turun dari pesawat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Muna Barat.

Dari Baubau, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri melalui Pelabuhan Wamengkoli. Selanjutnya, mereka diangkut dengan bus menuju Masjid Al Muhajirin di Desa Wapae Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, yang menjadi lokasi penyambutan.

Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar seremoni penyambutan sebagai ungkapan syukur atas kepulangan seluruh jemaah. Acara tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Muna Barat, Drs. Ibrahim Rasimu, yang mewakili Bupati Muna Barat.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Muna Barat, Abdul Rahmaing, mengatakan penyambutan dipusatkan di Masjid Al Muhajirin, lokasi yang sama saat para jemaah dilepas menuju Tanah Suci pada pertengahan Mei lalu.

“Tempat pelaksanaan di Masjid Al Muhajirin, Desa Wapae Jaya, tempat pelepasan jemaah yang lalu,” ujar Abdul Rahmaing.

Di Masjid Al Muhajirin, keluarga telah menunggu sejak siang. Tangis haru, pelukan, dan jabat tangan mewarnai momen pertemuan kembali para tamu Allah dengan keluarga mereka setelah sekitar 40 hari menunaikan ibadah haji.

Seluruh jemaah haji asal Muna Barat dilaporkan kembali ke daerah dalam kondisi sehat. Kepulangan mereka disambut penuh sukacita oleh keluarga dan masyarakat yang telah lama menantikan kehadiran mereka. Red

Artikel Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/jemaah-haji-asal-muna-barat-tampil-dengan-busana-berwarna-warni-saat-tiba-dari-tanah-suci/feed/ 0
Pulang dari Tanah Suci, 19 Jemaah Haji Asal Muna Barat Disambut Haru Keluarga di Masjid Al Muhajirin https://www.lajur.co/pulang-dari-tanah-suci-19-jemaah-haji-asal-muna-barat-disambut-haru-keluarga-di-masjid-al-muhajirin/ https://www.lajur.co/pulang-dari-tanah-suci-19-jemaah-haji-asal-muna-barat-disambut-haru-keluarga-di-masjid-al-muhajirin/#respond Wed, 01 Jul 2026 04:40:25 +0000 https://www.lajur.co/?p=112328 ...

Artikel Pulang dari Tanah Suci, 19 Jemaah Haji Asal Muna Barat Disambut Haru Keluarga di Masjid Al Muhajirin pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, MUNA BARAT – Senyum bahagia tak lepas dari wajah 19 jemaah haji asal Kabupaten Muna Barat saat kembali menginjakkan kaki di kampung halaman, Selasa (30/6/2026). Kedatangan para tamu Allah itu disambut secara resmi di Masjid Al Muhajirin, Desa Wapae Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah.

Setelah sekitar 40 hari menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, mereka akhirnya berkumpul kembali dengan keluarga dalam suasana penuh haru. Pelukan, jabat tangan, dan lantunan doa mewarnai pertemuan yang telah lama dinantikan.

Sebelum tiba di Muna Barat, rombongan jemaah yang tergabung dalam Kloter 38 Embarkasi Makassar (UPG) mendarat di Bandara Betoambari, Baubau, menggunakan maskapai Wings Air. Mereka melakukan perjalanan laut lewat Pelabuhan Feri Wamengkoli, sebelum diberangkatkan dengan bus menuju lokasi penyambutan di Masjid Al Muhajirin, Muna Barat.

Masjid Al Muhajirin memiliki makna tersendiri bagi rombongan jemaah tahun ini. Selain menjadi lokasi penyambutan, masjid tersebut juga menjadi titik pelepasan resmi saat 19 calon jemaah haji diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 16 Mei 2026 lalu.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Muna Barat, Abdul Rahmaing, mengatakan prosesi penyambutan dipusatkan di Masjid Al Muhajirin dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Muna Barat, Drs. Ibrahim Rasimu, yang mewakili Bupati Muna Barat.

“Tempat pelaksanaan di Masjid Al Muhajirin, Desa Wapae Jaya, tempat pelepasan jemaah yang lalu. Insya Allah setelah salat Asar,” katanya kepada LAJUR.CO, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, seremoni penyambutan menjadi ungkapan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah haji asal Muna Barat dalam keadaan sehat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.

Prosesi penyambutan turut dihadiri keluarga para jemaah yang sejak siang telah menunggu kedatangan kerabat mereka. Suasana haru tampak saat satu per satu jemaah turun dari bus dan dipeluk anggota keluarga yang telah lama menanti kepulangan mereka.

Setelah mengikuti seremoni penyambutan, para jemaah kembali ke rumah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga. Red

Artikel Pulang dari Tanah Suci, 19 Jemaah Haji Asal Muna Barat Disambut Haru Keluarga di Masjid Al Muhajirin pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/pulang-dari-tanah-suci-19-jemaah-haji-asal-muna-barat-disambut-haru-keluarga-di-masjid-al-muhajirin/feed/ 0
Lumbini Waterland, Wisata Keluarga dengan Wahana Bermain Anak di Muna Barat https://www.lajur.co/lumbini-waterland-wisata-keluarga-dengan-wahana-bermain-anak-di-muna-barat/ https://www.lajur.co/lumbini-waterland-wisata-keluarga-dengan-wahana-bermain-anak-di-muna-barat/#respond Tue, 16 Jun 2026 20:08:33 +0000 https://www.lajur.co/?p=112016 ...

Artikel Lumbini Waterland, Wisata Keluarga dengan Wahana Bermain Anak di Muna Barat pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Kabar baik bagi Anda yang tengah mencari lokasi rekreasi keluarga di Kabupaten Muna Barat, Lumbini Waterland bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dikunjungi. Lokasi ini hadir sebagai alternatif rekreasi bagi masyarakat yang ingin berlibur tanpa harus bepergian jauh ke luar daerah.

Terletak di Desa Labokolo, Kecamatan Tiworo Tengah, tempat wisata buatan ini menawarkan kolam renang, seluncuran, serta area bersantai yang cocok dinikmati bersama anak-anak dan keluarga.

Tempat wisata yang digagas I Ketut Sujarwo ini telah beroperasi sekitar satu setengah tahun. Sejak mulai dibuka, Lumbini Waterland banyak dikunjungi wisatawan, terutama saat momen libur panjang.

“Sudah sekitar 1,5 tahun beroperasi. Paling ramai saat libur tahun baru,” kata I Ketut Sujarwo, Selasa (16/6/2026).

Ia menyebut kawasan wisata Lumbini Waterland ini berukuran 50 meter x 30 meter. Taman yang dilengkapi hiasan dekoratif ini juga diperkirakan dapat menampung sekitar 200 pengunjung dalam satu waktu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin (15/6), kawasan wisata ini memiliki kolam renang serta seluncuran yang menjadi pusat aktivitas anak-anak.

Konsep yang diusung I Ketut Sujarwo selaras dengan makna “Lumbini” yang diambil dari bahasa Sanskerta, yakni “taman yang indah”. Makna itu tercermin dari penataan kawasan yang estetik dan asri.

Pengunjung dapat menikmati suasana taman yang tertata rapi dengan beragam tanaman hias dan ornamen dekoratif yang menarik.

Di dalam area wisata terdapat bangunan gapura bercorak khas menyerupai pura yang menjadi salah satu daya tarik visual. Selain itu, terdapat patung burung penguin yang kerap menjadi lokasi favorit untuk berfoto.

Lumbini Waterland juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti toilet, kantin, dan gazebo untuk beristirahat. Lingkungan yang relatif tenang membuat pengunjung dapat bersantai sembari mengawasi anak-anak bermain.

Untuk menikmati berbagai fasilitas tersebut, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang. Tarif itu berlaku setiap hari, baik hari biasa, akhir pekan, maupun hari libur nasional. Sementara jam operasional dimulai pukul 09.00 hingga 17.30 Wita.

Agar aktivitas rekreasi berjalan aman dan nyaman, pengelola juga menerapkan sejumlah aturan bagi pengunjung. Orang tua wajib mendampingi anaknya selama bermain, pengunjung dilarang membawa ban pelampung dari luar, serta diharapkan menjaga kebersihan taman.

Kombinasi wahana menarik dan taman yang asri menjadikan Lumbini Waterland sebagai salah satu pilihan wisata keluarga untuk menghabiskan akhir pekan di Muna Barat. Red

Artikel Lumbini Waterland, Wisata Keluarga dengan Wahana Bermain Anak di Muna Barat pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/lumbini-waterland-wisata-keluarga-dengan-wahana-bermain-anak-di-muna-barat/feed/ 0
Siasat Pedagang Somai di Muna Barat Saat Harga Tahu Melonjak: Pangkas Stok, Pertahankan Kualitas https://www.lajur.co/siasat-pedagang-somai-di-muna-barat-saat-harga-tahu-melonjak-pangkas-stok-pertahankan-kualitas/ https://www.lajur.co/siasat-pedagang-somai-di-muna-barat-saat-harga-tahu-melonjak-pangkas-stok-pertahankan-kualitas/#respond Fri, 12 Jun 2026 11:58:51 +0000 https://www.lajur.co/?p=111945 ...

Artikel Siasat Pedagang Somai di Muna Barat Saat Harga Tahu Melonjak: Pangkas Stok, Pertahankan Kualitas pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Lonjakan harga bahan baku dan perlengkapan usaha dalam beberapa waktu terakhir mulai menekan pendapatan pelaku usaha kecil di Kabupaten Muna Barat.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak tersebut adalah Joko (56), pedagang somai keliling di Desa Katangana, Kecamatan Tiworo Selatan. Di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, ia mengaku harus mencari strategi agar usahanya tetap bertahan.

Pria asal Jawa Tengah itu mengaku tidak berani menaikkan harga jual somai meski biaya produksi terus meningkat. Menurutnya, pelanggan sudah terbiasa membeli somai dengan harga Rp1.000 per tusuk sehingga kenaikan harga berpotensi membuat pembeli beralih.

“Kalau harga dinaikkan takut tidak laku. Tapi kalau ukuran atau kualitas dikurangi, pelanggan juga protes,” ujar Joko saat mangkal di kawasan Kecamatan Barangka, Kamis (12/6/2026).

Sambung Joko, harga tahu sebagai salah satu bahan utama somai mengalami kenaikan sehingga jumlah stok yang bisa dibeli dengan modal yang sama menjadi berkurang.

Ia mencontohkan, anggaran Rp100 ribu yang sebelumnya cukup untuk membeli stok tahu dalam jumlah lebih banyak, kini hanya mampu memperoleh stok lebih sedikit. Akibatnya, keuntungan dari usaha yang telah digelutinya sejak 2009 itu ikut menurun.

“Masih untung, cuma tidak seperti dulu. Dulu dari bahan tahu dan isi daging bisa dapat keuntungan sekitar Rp100 ribu, sekarang paling sekitar Rp70 ribu,” ucapnya.

Meski demikian, Joko memilih tidak mengurangi kualitas dagangannya. Sebagai gantinya, ia memangkas jumlah stok bahan baku yang dibeli agar usaha tetap berjalan tanpa harus menaikkan harga jual.

“Kalau bahan naik, saya tidak berani naikkan harga. Yang saya kurangi paling stoknya. Kualitas tetap,” katanya.

Joko mengatakan, dengan modal usaha sekitar Rp500 ribu per hari, keuntungan yang diperolehnya kini tidak sebesar sebelumnya karena biaya produksi terus meningkat.

Tak hanya tahu, lonjakan harga minyak goreng dan kantong plastik juga menambah beban usaha Joko. Harga minyak goreng yang sebelumnya berkisar Rp22 ribu kini mencapai Rp32 ribu, sementara harga kantong plastik naik dari Rp17 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus.

“Yang paling terasa itu minyak sama plastik. Plastik naik dari Rp17 ribu jadi Rp25 ribu. Mau tidak mau tetap dipakai karena banyak pembeli, terutama untuk anak-anak harus dibungkus,” urainya.

Bagi pedagang kecil sepertinya, kenaikan harga tersebut sangat berpengaruh sebab seluruh kebutuhan itu digunakan setiap hari dalam proses produksi dan penjualan.

Meski begitu, harga somai yang dijual Joko masih bertahan Rp1.000 per tusuk seperti beberapa tahun lalu. Daya beli masyarakat, lanjutnya, menjadi pertimbangan utama sehingga ia tidak berani menaikkan harga.

“Kalau saya naikkan harga, belum tentu laku. Tapi kalau dikurangi kualitasnya juga pelanggan tidak mau,” jelas Joko.

Di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat, Joko tetap berkeliling menjajakan somai hingga ke sejumlah wilayah di Muna Barat, termasuk Kecamatan Barangka. Bagi dia, menjaga rasa dan kualitas merupakan cara terbaik untuk mempertahankan pelanggan setianya.

“Yang penting rasa dan kualitas tetap dijaga. Kalau pelanggan suka, mereka akan tetap cari,” tutupnya. Red

Artikel Siasat Pedagang Somai di Muna Barat Saat Harga Tahu Melonjak: Pangkas Stok, Pertahankan Kualitas pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/siasat-pedagang-somai-di-muna-barat-saat-harga-tahu-melonjak-pangkas-stok-pertahankan-kualitas/feed/ 0
Menjelajahi Benteng Tiworo di Muna Barat Nomine API Awards, Pengunjung Disambut Hamparan Kebun Nilam https://www.lajur.co/menjelajahi-benteng-tiworo-di-muna-barat-nomine-api-awards-pengunjung-disambut-hamparan-kebun-nilam/ https://www.lajur.co/menjelajahi-benteng-tiworo-di-muna-barat-nomine-api-awards-pengunjung-disambut-hamparan-kebun-nilam/#respond Mon, 01 Jun 2026 11:18:20 +0000 https://www.lajur.co/?p=111720 ...

Artikel Menjelajahi Benteng Tiworo di Muna Barat Nomine API Awards, Pengunjung Disambut Hamparan Kebun Nilam pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Benteng Tiworo di Kabupaten Muna Barat menjadi satu dari 10 situs sejarah di Indonesia yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026 kategori situs sejarah.

Benteng Tiworo bersaing dengan sejumlah destinasi bersejarah dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Candi Sojiwan di Kabupaten Klaten, Rumah Singgah Sultan Siak di Kota Pekanbaru, dan Situs Candi Agung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kemudian ada juga Gua Lima Kamar Kabupaten Biak Numfor, Pulau Lutungan Kabupaten Tolitoli, Masjid Jami Tua Palopo, Kampung Keakwa Kabupaten Mimika, Meriam Pengantin Kabupaten Seruyan, hingga Benteng De Verwachting Kabupaten Kepulauan Sula.

Benteng yang terletak di Kelurahan Waumere, Kecamatan Tiworo Kepulauan itu tampak masih berdiri kokoh. Tak hanya menyimpan cerita kejayaan masa lalu, situs ini juga menawarkan suasana berbeda kepada pengunjung.

Saat berkunjung ke Benteng Tiworo pada Sabtu (16/5/2026), suasana asri langsung terasa sejak memasuki kawasan benteng. Bentangan hijau tanaman nilam seolah menyambut wisatawan yang datang sebelum menelusuri jejak sejarah Kerajaan Tiworo yang masih tersimpan di dalam kawasan tersebut.

Tanaman nilam berpadu dengan sejumlah tanaman hias yang tertata di sekitar benteng berusia ratusan tahun itu. Pemandangannya memberi kesan berbeda di balik kokohnya pagar batu setinggi tiga hingga empat meter yang mengelilingi benteng.

Kondisi kawasan benteng juga terlihat cukup terawat. Area di sekitar situs tampak lebih bersih sehingga membuat suasana kunjungan terasa lebih nyaman.

Di bagian tengah kompleks berdiri Masjid Sangia Barakati yang baru rampung direnovasi. Tak jauh dari masjid terdapat makam tua yang diyakini berkaitan dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah Kerajaan Tiworo. Keberadaan situs-situs tersebut menambah nilai historis kawasan benteng.

Benteng Tiworo sendiri merupakan peninggalan Kerajaan Tiworo yang dibangun pada abad ke-16 pada masa Raja Muna, La Ode Asmana. Benteng seluas sekitar dua hektare itu konon berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus pertahanan kerajaan.

Selain menjadi benteng pertahanan, kawasan tersebut juga dikenal sebagai lokasi pelantikan raja-raja Tiworo. Raja terakhir yang dilantik di tempat itu adalah La Ode Sampaga.

Berbagai cerita turun-temurun mengenai proses pembangunannya masih hidup di tengah masyarakat. Cerita-cerita itu menjadi bagian dari kekayaan sejarah yang masih melekat pada Benteng Tiworo hingga saat ini.

Kini, Benteng Tiworo berkembang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Proses pemungutan suara API Awards 2026 masih berlangsung hingga 30 September 2026. Dilansir dari akun @apiawards, klasemen sementara per 31 Mei 2026 menunjukkan Benteng Tiworo sudah berada di jajaran lima besar kategori situs sejarah.

Dengan waktu voting yang masih berlangsung hingga akhir September mendatang, peluang untuk menambah dukungan masih terbuka.

Benteng peninggalan Kerajaan Tiworo tersebut juga menjadi satu-satunya situs sejarah dari Bumi Anoa yang berhasil masuk dalam ajang bergengsi digelar Kementerian Pariwisata RI itu.

Selain itu, Sulawesi Tenggara (Sultra) juga memiliki sejumlah wakil lain dalam API Awards 2026, di antaranya Air Terjun Moramo, Sinonggi, Bukit Punggung Kuda Bombana, Kampung Adat Pasarwajo, Kampung Tenun Wabula, dan akun TikTok @pariwisatakonsel pada kategori promosi pariwisata digital. Red

Artikel Menjelajahi Benteng Tiworo di Muna Barat Nomine API Awards, Pengunjung Disambut Hamparan Kebun Nilam pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/menjelajahi-benteng-tiworo-di-muna-barat-nomine-api-awards-pengunjung-disambut-hamparan-kebun-nilam/feed/ 0
Potret Kontras “Liwu Mokesa” Muna Barat: Pintu Masuk Jadi Titik Pembuangan Sampah https://www.lajur.co/potret-kontras-liwu-mokesa-muna-barat-pintu-masuk-jadi-titik-pembuangan-sampah/ https://www.lajur.co/potret-kontras-liwu-mokesa-muna-barat-pintu-masuk-jadi-titik-pembuangan-sampah/#respond Thu, 26 Mar 2026 14:00:02 +0000 https://www.lajur.co/?p=110117 ...

Artikel Potret Kontras “Liwu Mokesa” Muna Barat: Pintu Masuk Jadi Titik Pembuangan Sampah pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Slogan “Liwu Mokesa” yang berarti kampung indah di Kabupaten Muna Barat kini terasa ironis. Pantauan terbaru menunjukkan, wajah pintu masuk wilayah justru jauh dari kesan bersih dan tertata.

Di kawasan perbatasan Kabupaten Muna dan Muna Barat, tepatnya di Punto, tumpukan sampah terlihat memenuhi sisi jalan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 50 meter berubah fungsi menjadi lokasi pembuangan liar.

Kantong sampah tampak berserakan di pinggir jalan, seolah mengubah jalur utama ini sebagai tempat pembuangan terbuka. Padahal, kawasan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Raha, Muna Barat, hingga Buton Tengah.

Setiap hari, kendaraan melintasi jalur ini, menjadikannya etalase awal bagi siapa saja yang memasuki wilayah Muna Barat. Namun, pemandangan yang tersaji justru menciptakan kesan kumuh dan tidak terkelola.

Ironisnya, titik pembuangan sampah ini berada tidak jauh dari salah satu ikon daerah, yakni Bundaran Patung Kuda. Simbol kebanggaan daerah berdiri sebagai penanda identitas. Namun, ruas jalan sekitar spot ikonik itu jadi area pembuangan dengan dominasi sampah rumah tangga.

Kondisi ini menimbulkan kejanggalan karena kawasan tersebut tampak jauh dari permukiman warga. Sebagai gerbang wilayah, area ini semestinya menjadi prioritas dalam menjaga kebersihan dan kerapian.

Kontras yang tajam pun terlihat dengan semangat “Liwu Mokesa” yang selama ini digaungkan. Tumpukan sampah telah lama berada di lokasi tersebut tanpa penanganan berarti.

Situasi itu jadi cerminan belum optimalnya pengelolaan kebersihan di titik strategis. Di tengah visi menghadirkan kampung yang indah, pintu masuk Muna Barat justru berubah menjadi titik pembuangan sampah. Red

Artikel Potret Kontras “Liwu Mokesa” Muna Barat: Pintu Masuk Jadi Titik Pembuangan Sampah pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/potret-kontras-liwu-mokesa-muna-barat-pintu-masuk-jadi-titik-pembuangan-sampah/feed/ 0
Sehari Jelang Lebaran, Arus Lalu Lintas di Pasar Matakidi Muna Barat Macet Merayap https://www.lajur.co/sehari-jelang-lebaran-arus-lalu-lintas-di-pasar-matakidi-muna-barat-macet-merayap/ https://www.lajur.co/sehari-jelang-lebaran-arus-lalu-lintas-di-pasar-matakidi-muna-barat-macet-merayap/#respond Fri, 20 Mar 2026 07:18:21 +0000 https://www.lajur.co/?p=110076 ...

Artikel Sehari Jelang Lebaran, Arus Lalu Lintas di Pasar Matakidi Muna Barat Macet Merayap pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Sehari jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah, suasana di Pasar Matakidi tampak lebih ramai dari biasanya. Warga dari berbagai penjuru Muna Barat memadati pasar untuk berburu kebutuhan lebaran.

Pantauan jurnalis lajur.co, Jumat (20/3/2026), keramaian sudah terlihat sejak subuh. Pengunjung berjubel memenuhi setiap sudut pasar, mulai dari los pakaian hingga lapak kebutuhan pokok.

Wortel, kentang, hingga berbagai bahan sup laris diburu. Tak ketinggalan bahan kue seperti telur dan gula pasir juga jadi incaran. Ikan segar, sayuran, kacang tanah, aneka jenis pisang hingga kue kering pun tak luput dari perhatian pembeli.

Untuk harga komoditas, pisang kepok dibanderol mulai Rp15 ribu per sisir, dan kacang tanah Rp30 ribu per liter. Harga telur Rp80 ribu per rak, terbilang relatif stabil dibanding harga pasar tiga hari sebelumnya. Sementara itu, ikan putih tembus Rp150 ribu per ekor untuk ukuran sedang hingga besar.

Selain kebutuhan dapur, warga juga berburu pernak-pernik lebaran, aksesoris, maupun perangkat salat. Membludaknya pengunjung berdampak langsung pada kondisi lalu lintas di sekitar pasar. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa melaju pelan saat melintas.

Bahu jalan yang biasanya lengang kini berubah fungsi menjadi area parkir sekaligus lapak dadakan para pedagang yang memilih berjualan di luar pasar.

Akibatnya, arus kendaraan kerap tersendat dan cenderung macet merayap. Bahkan, pejalan kaki pun harus melangkah hati-hati karena padatnya pengunjung yang saling berpapasan.

Suasananya benar-benar menggambarkan hiruk pikuk khas jelang lebaran. Kondisi ini menggambarkan tingginya antusiasme warga dalam mempersiapkan kebutuhan menyambut hari kemenangan. Red

Artikel Sehari Jelang Lebaran, Arus Lalu Lintas di Pasar Matakidi Muna Barat Macet Merayap pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/sehari-jelang-lebaran-arus-lalu-lintas-di-pasar-matakidi-muna-barat-macet-merayap/feed/ 0
H-3 Lebaran, Harga Telur di Pasar Lawa Muna Barat Tembus Rp80 Ribu per Rak https://www.lajur.co/h-3-lebaran-harga-telur-di-pasar-lawa-muna-barat-tembus-rp80-ribu-per-rak/ https://www.lajur.co/h-3-lebaran-harga-telur-di-pasar-lawa-muna-barat-tembus-rp80-ribu-per-rak/#respond Wed, 18 Mar 2026 06:11:02 +0000 https://www.lajur.co/?p=110045 ...

Artikel H-3 Lebaran, Harga Telur di Pasar Lawa Muna Barat Tembus Rp80 Ribu per Rak pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Tiga hari jelang Lebaran, harga telur di Pasar Lawa melonjak tajam. Kenaikan ini menjadi sorotan utama di tengah meningkatnya kebutuhan warga untuk bahan kue Lebaran.

Lonjakan harga ini terjadi dalam waktu singkat. Saat ini, harga telur menembus Rp80 ribu per rak. Sementara untuk pembelian partai minimal 10 rak berada di kisaran Rp78 ribu per rak.

Salah satu penjual telur di Pasar Lawa, Adit, mengungkapkan bahwa harga telur mengalami kenaikan cukup tajam dalam sepekan terakhir.

“Sekitar satu minggu lalu, harganya masih Rp50 ribuan per rak,” ujar Adit, Rabu (18/3/2026).

Adit menjelaskan, telur yang dijualnya didatangkan langsung dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia bersama pemasok lain asal Raha selama ini rutin menyuplai kebutuhan telur ke pedagang di wilayah Lasehao, Lawa Raya, dan sekitarnya.

Menurutnya, lonjakan harga dipicu tingginya permintaan menjelang Idulfitri. Pasalnya, telur menjadi salah satu bahan utama yang paling dibutuhkan masyarakat untuk membuat kue sajian Lebaran.

Selain telur, harga daging ayam potong juga ikut mengalami kenaikan dan kini berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per ekor.

Di tengah lonjakan harga tersebut, suasana Pasar Lawa justru semakin ramai. Warga dari berbagai daerah, termasuk yang baru pulang merantau, memadati los-los pasar untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.

Tak hanya bahan pangan, los pakaian, aksesoris, sandal, sepatu hingga peralatan rumah tangga seperti toples kue juga dipenuhi pembeli. Warga juga rela berjubel untuk berburu berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari ikan segar, bahan kue dan bumbu dapur.

Meski harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan, antusiasme masyarakat menyambut Lebaran tetap tinggi. Pasar tradisional pun menjadi pusat keramaian yang kian hidup di penghujung Ramadan. Red

Artikel H-3 Lebaran, Harga Telur di Pasar Lawa Muna Barat Tembus Rp80 Ribu per Rak pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/h-3-lebaran-harga-telur-di-pasar-lawa-muna-barat-tembus-rp80-ribu-per-rak/feed/ 0
Pemudik Mulai Berdatangan, Posko Pengamanan Mudik Disiagakan di Pintu Masuk Muna Barat https://www.lajur.co/pemudik-mulai-berdatangan-posko-pengamanan-mudik-disiagakan-di-pintu-masuk-muna-barat/ https://www.lajur.co/pemudik-mulai-berdatangan-posko-pengamanan-mudik-disiagakan-di-pintu-masuk-muna-barat/#respond Mon, 16 Mar 2026 11:26:02 +0000 https://www.lajur.co/?p=109992 ...

Artikel Pemudik Mulai Berdatangan, Posko Pengamanan Mudik Disiagakan di Pintu Masuk Muna Barat pertama kali tampil pada lajur.

]]>
LAJUR.CO, KENDARI – Kawasan pertigaan Tugu Lagadi di Kabupaten Muna Barat mulai ramai dilintasi kendaraan pemudik menjelang puncak arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Titik yang menjadi jalur penghubung sejumlah daerah ini juga disiapkan sebagai salah satu posko pengamanan arus mudik.

Pantauan lapangan pada Senin (16/3/2026) pagi, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak hilir mudik melintas di kawasan tersebut. Sebagian besar pemudik diketahui baru tiba dari Kota Kendari melalui Pelabuhan Nusantara Raha, kemudian melanjutkan perjalanan menuju wilayah Muna Barat, hingga Buton Tengah.

Kepala Dinas Perhubungan Muna Barat, Bahrun Laemaka Siharis, mengatakan posko pengamanan arus mudik telah mulai dioperasikan di beberapa titik strategis untuk memantau pergerakan pemudik.

“Iya, posko pengamanan sudah berjalan. Posko pengamanan arus mudik ada di Tugu Lagadi dan di Pelabuhan Tondasi,” ujar Bahrun, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, selain dua titik tersebut, pengamanan juga disiapkan di kawasan Bandara Sugimanuru yang dikelola langsung oleh pihak bandara.

Di sektor transportasi laut, armada penyeberangan juga telah disiapkan untuk mendukung mobilitas pemudik. Kapal feri KMP Pulau Rubiah melayani rute Torobulu–Tondasi pulang-pergi setiap hari. Sementara KMP Oputa Yi Ko beroperasi pada rute Bombana–Tondasi.

Sejumlah personel disiagakan di posko-posko tersebut untuk memantau pergerakan arus kendaraan pemudik. Kehadiran petugas diharapkan dapat memastikan perjalanan masyarakat yang masuk maupun melintas di wilayah Muna Barat tetap aman, tertib, dan lancar selama periode arus mudik Lebaran. Red

Artikel Pemudik Mulai Berdatangan, Posko Pengamanan Mudik Disiagakan di Pintu Masuk Muna Barat pertama kali tampil pada lajur.

]]>
https://www.lajur.co/pemudik-mulai-berdatangan-posko-pengamanan-mudik-disiagakan-di-pintu-masuk-muna-barat/feed/ 0