LAJUR.CO, KENDARI – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 mulai bergulir, Saemina mengingatkan para pelajar di Kota Kendari untuk lebih disiplin belajar demi hasil optimal. Ia menekankan asesmen ini menjadi salah satu penunjang penting dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
TKA sendiri merupakan asesmen nasional yang bersifat terstandar, sukarela, dan gratis, yang bertujuan untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum.
Berdasarkan jadwal, pelaksanaan TKA jenjang SMP berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sementara untuk jenjang SD akan digelar pada 20 hingga 30 April 2026.

Data dari laman resmi TKA Kementerian Pendidikan mencatat, jumlah peserta di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 94.899 siswa dari 3.555 satuan pendidikan. Dengan rincian, sebanyak 49.067 siswa berasal dari 2.504 SD dan 45.832 siswa dari 1.051 SMP.
Khusus di Kota Kendari, terdapat 6.654 peserta dari 149 SD/MI dan 5.943 peserta dari 66 SMP/MTs yang akan mengikuti TKA tahun ini.
Saemina mengingatkan, khusus bagi siswa jenjang SMP yang saat ini tengah mengikuti TKA, agar tetap fokus dan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Untuk siswa SMP yang tengah mengikuti TKA, untuk tetap harus belajar, fokus untuk meningkatkan nilainya lebih baik lagi. Sehingga bisa dijadikan sebagai satu syarat untuk memudahkan mereka masuk ke jenjang berikutnya,” ucap Saemina, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, bagi siswa jenjang SD yang akan mengikuti TKA pada akhir April, ia meminta agar melakukan persiapan sejak dini, baik dari sisi akademik maupun kondisi fisik.
“Silakan mempersiapkan diri, jaga kondisi fisik supaya tidak sakit, belajar dengan baik, supaya bisa mengikuti TKA ini dengan baik,” ujarnya.
Bagi siswa yang belum sempat mengikuti TKA pada jadwal utama, masih diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan yang akan digelar pada 11 hingga 19 Mei 2026.
“Mungkin ada yang tidak ikut atau mendaftar, mungkin dia bisa ikut susulan berikutnya karna ini kan tidak berupa nilai sebenarnya hanya sertifikat,” ungkapnya.
Laporan: Ika Astuti




