BERITA TERKINIHEADLINE

Total 662 Guru di Sultra Ikuti Pelatihan Coding dan AI Sejak Tahun 2025

×

Total 662 Guru di Sultra Ikuti Pelatihan Coding dan AI Sejak Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 662 guru di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengikuti pelatihan Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sejak tahun lalu. Pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan tenaga pendidik dalam menyambut penerapan mata pelajaran pilihan Coding dan Artificial Intelligence (AI) di sekolah.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sultra sebagai bagian dari upaya mendukung program Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Program ini memasukkan mata pelajaran pilihan Coding dan AI bagi siswa SD kelas V, SMP, dan SMA.

Kepala BGTK Sultra, Surip Widodo, mengatakan pelatihan telah dimulai sejak satu tahun lalu dengan fokus pada penguatan pemahaman dasar KKA melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), baik untuk sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sultra Apresiasi Pemkab Muna Barat Aktifkan Kembali Penerbangan di Bandara Sugimanuru

“Sejak tahun lalu sebenarnya sudah berjalan. Fokus awalnya melatih dan memperkuat pemahaman dasar Coding dan AI serta pembelajaran mendalam. Sekarang arahnya sudah mulai ke bagaimana guru mengajarkannya di kelas dan melihat dampaknya,” ujar Surip Widodo, Selasa (20/1/2026).

Pada tahun ini, pelatihan tersebut akan dimantapkan melalui metode teaching experimental training. Dalam metode ini, guru terlebih dahulu mengimplementasikan pembelajaran di kelas, kemudian mengidentifikasi kendala yang dihadapi untuk didiskusikan bersama dalam komunitas belajar guru.

“Guru mengajar terlebih dahulu, lalu ketika menemukan masalah, permasalahan itu dibagikan di forum hari belajar guru. Setelah itu baru BGTK masuk memberikan penguatan,” kata Surip.

Materi pelatihan Coding dan AI disusun sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD, pembelajaran difokuskan pada pengenalan logika dasar AI, pemahaman bahwa kecerdasan artifisial bekerja berdasarkan input data, serta pengenalan risiko dan etika penggunaan teknologi.

Baca Juga :  Sultra Sumbang Rp1,5 Miliar, ASR Serukan Bupati & Wali Kota Ikut Donasi ke Korban Bencana Sumatera

Sementara itu, di jenjang SMP dan SMA, materi diperluas hingga mencakup etika hukum, etika budaya, serta penguatan kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak.

Surip mengungkapkan, tantangan utama dalam penerapan mata pelajaran pilihan ini terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, khususnya di jenjang SD. Ia mengakui, tingkat kesiapan guru masih beragam.

“Tantangan yang paling jelas adalah SDM. Kemampuan guru kita variatif, terutama di SD. Saat pelatihan pun ada yang kurang fokus karena berbagai keperluan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sultra Sumbang Lahan Mangrove Terbesar di Sulawesi, Capai 65.141 Hektare

Meski demikian, pemerintah telah memberikan dukungan sarana dan prasarana pembelajaran digital, seperti penyediaan smartboard, laptop untuk siswa, serta akses internet di daerah terpencil melalui pemasangan Starlink yang kini telah tersebar di lebih dari 1.500 titik di Indonesia.

Surip menambahkan, mata pelajaran pilihan Coding dan AI saat ini masih berada pada tahap uji coba dan penguatan. Ke depan, mata pelajaran ini direncanakan akan diterapkan secara wajib secara nasional pada 2027.

“Saya berharap dengan adanya mata pelajaran ini, literasi digital siswa dapat meningkat, mendukung literasi numerasi, dan yang tidak kalah penting adalah pemahaman etika, agar anak-anak memahami penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan tidak terjerat masalah hukum,” tutup Surip Widodo.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x