LAJUR.CO, KENDARI – Kabar gembira bagi warga Kota Kendari pecinta cabai yang punya hobi menanam. Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) bakal bagi-bagi 800 bibit cabai khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Langkah tersebut adalah bagian upaya pengendalian inflasi dari level rumah tangga yang dinamai program Teras Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) digagas Disketapang Kota Kendari sejak tahun 2025.
Program B2SA dirancang untuk mendorong kemandirian pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah, seperti teras dan pekarangan. Masyarakat diajak menanam komoditas sayuran yang kerap dikonsumsi sehari-hari sehingga dapat mengurangi ketergantungan belanja pangan dari pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan program tersebut bukan hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Program ini langsung menyentuh masyarakat. Dengan menanam sendiri, pengeluaran untuk membeli cabai bisa dikurangi dan itu sangat membantu ekonomi keluarga,” ujar Abdul Rauf, Senin (26/1/2026).
Menurut Abdul Rauf, program B2SA sebelumnya telah diuji coba pada November 2025 di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu. Sebanyak 44 kepala keluarga menerima sekitar 500 tanaman cabai dan kini telah merasakan manfaatnya secara langsung.
Respons masyarakat terhadap program tersebut terbilang positif. Abdul Rauf mengungkapkan, warga penerima manfaat menyampaikan apresiasi karena hasil panen cabai dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membeli di pasar.
Cabai dipilih sebagai komoditas utama karena dinilai memiliki daya tahan yang kuat dan berkontribusi besar terhadap inflasi daerah. Selain itu, fluktuasi harga cabai kerap menjadi pemicu kenaikan inflasi di Kota Kendari.
“Kalau melihat kontribusinya terhadap inflasi, cabai itu cukup dominan. Daya tahannya juga bagus, sehingga kami prioritaskan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kami kembangkan juga tanaman lain seperti terong dan tomat,” jelas Abdul Rauf.
Untuk tahun 2026, Pemkot Kendari kembali mengalokasikan anggaran guna melanjutkan program B2SA. Sebanyak 800 bibit cabai direncanakan akan dibagikan kepada warga Kota Kendari, dengan sasaran utama masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan.
Saat ini, Disketapang Kota Kendari masih melakukan pendataan calon penerima manfaat sekaligus menyelesaikan proses administrasi dan keuangan. Pemerintah berharap program ketahanan pangan tersebut mampu mengubah pola pikir masyarakat agar kembali gemar menanam kebutuhan pangan sendiri.
“Harapannya, masyarakat bisa mandiri pangan dari rumahnya sendiri. Kalau cabai sudah tersedia di pekarangan, belanja bisa ditekan dan ketahanan pangan keluarga akan lebih kuat,” tutup Abdul Rauf.
Laporan : Ika Astuti



