BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Wujudkan “Liwu Mokesa”, Muna Barat Tancap Gas Benahi Destinasi Wisata Unggulan

×

Wujudkan “Liwu Mokesa”, Muna Barat Tancap Gas Benahi Destinasi Wisata Unggulan

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menatap tahun 2026 dengan langkah serius dalam membenahi sektor pariwisata.

Pengembangan destinasi wisata unggulan diposisikan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah mewujudkan misi “Liwu Mokesa”. Jargon “Liwu Mokesa” sendiri jika diartikan dalam bahasa lokal berarti kampung yang indah.

Kepala Dinas Pariwisata Mubar, Al Rahman, menyebut sektor pariwisata menjadi satu dari empat sektor unggulan yang akan direalisasikan pemerintah daerah. Tiga sektor lainnya yakni pertanian, peternakan, dan perikanan.

Fokus pengembangan, kata Al Rahman, diarahkan pada tiga destinasi yang terbilang paling banyak dikunjungi sepanjang tahun 2025, di antaranya Pantai Pajala, Pulau Indo, dan Permandian Matakidi.

“Kami sudah punya konsep pengembangan pariwisata. Intinya adalah memaksimalkan pembangunan infrastruktur, khususnya di Pantai Pajala, Pulau Indo, dan Permandian Matakidi. Tiga destinasi ini paling ramai dikunjungi sepanjang tahun 2025,” ujar Al Rahman kepada lajur.co, Rabu (7/1/2025).

Baca Juga :  Maknai Hari Guru dengan Rasa Syukur, Edi Arham Melaju ke Delapan Besar Anugerah GTK Nasional 2025

Al Rahman juga melihat potensi wisata lain yang layak dikembangkan, seperti Pasi Toboang, Gala Kecil, dan kawasan Pulau Gala. Pulau Gala Kecil dinilai memiliki daya tarik kuat karena keindahan alamnya yang masih alami, kebersihan lingkungan yang terjaga, serta dukungan penuh dari masyarakat setempat.

Kawasan ini bahkan berpotensi menjadi ikon wisata baru karena Pulau Gala merupakan satu-satunya pulau di Bumi Praja Laworo yang memiliki gunung.

“Objek wisata kita di Gala Kecil itu dia punya keindahan yang masih alami, sangat bersih dan ini bisa menjadi ikon wisata karena pulau yang punya gunung itu hanya di Pulau Gala. Masyarakat Pulau Gala sangat mendukung untuk pengembangan Gala Kecil sebagai tempat wisata,” ungkapnya.

Baca Juga :  CSR DAAZ Group Bantu Branding Usaha Mete Lokal Asal Kota Kendari ‘MeLDAAZ’ Naik Kelas

Untuk memperkuat pengembangan wisata kepulauan, pemerintah daerah juga mendorong masuknya jaringan listrik PLN ke desa-desa di kawasan pulau.

“Bupati sedang mengupayakan agar listrik bisa masuk ke wilayah kepulauan. Mudah-mudahan tahun ini sudah ada beberapa desa yang dialiri listrik, sehingga pengembangan wisata bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Di sisi lain, peningkatan aksesibilitas juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah berencana mengajukan pembangunan jalan menuju Pantai Pajala, dalam waktu dekat. Penataan kawasan wisata juga akan didesain agar masyarakat tertarik berbondong-bondong menghabiskan waktu libur di Pantai Pajala maupun destinasi lainnya.

Dari sisi ekonomi, pemerintah daerah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp120 juta. Penarikan retribusi, tambah Al Rahman, akan dilakukan secara bertahap dan diawali dengan pembangunan serta penataan infrastruktur wisata.

Baca Juga :  Road to Inaugurasi 2024, Mahasiswa Kesmas UHO - PMI Sultra Aksi Donor Darah

Al Rahman menilai animo masyarakat terhadap pariwisata Muna Barat, terutama di Pantai Pajala dan Pulau Indo, terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif.

Ia pun berharap pariwisata di Mubar semakin maju dan mampu menarik kunjungan wisatawan nusantara hingga mancanegara. Penataan destinasi akan terus dilakukan, termasuk mengaktifkan kembali Festival Selat Tiworo agar menjadi agenda tahunan daerah.

“Tahun ini desain pengembangan pariwisata kita siapkan. Mudah-mudahan sesuai dengan komitmen pemerintah daerah bahwa pariwisata itu akan dikembangkan dan dimajukan dalam rangka menuju Liwu Mokesa,” tutup Al Rahman. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x