LAJUR.CO, KENDARI — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Salah satunya dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan berlangsung selama lima hari.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–13 Februari 2026 dan dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Kendari. Pasar murah GPM diharapkan menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat di tengah potensi lonjakan harga jelang Ramadan.
Kepala Disketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan GPM merupakan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meringankan beban warga.

“Bukan hanya bahan pangan murah yang kami hadirkan, tapi juga akan diupayakan kuliner olahan pangan agar masyarakat punya lebih banyak pilihan,” ujar Abdul Rauf, Senin (26/1/2026).
Selama pasar murah, sejumlah komoditas pokok akan dijual di bawah standar harga pasaran lewat skema subsidi dari mitra.
Salah satunya komoditas pangan, dijual mulai Rp58.000 per 5 kilogram. Harga tersebut berpeluang turun hingga Rp50.000 apabila mendapat dukungan tambahan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Tak hanya terpusat di kantor wali kota, gerakan pangan murah akan digelar secara bergilir di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“GPM yang kami lakukan bersifat mandiri, tanpa menggunakan APBD. Ini murni kemauan dan kerja keras kami, bekerja sama dengan Bulog serta mendapat dukungan dari Ibu Wali Kota Kendari,” jelas Abdul Rauf.
Disketapang Kota Kendari menyatakan akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang ingin berpartisipasi di pasar murah GPM.
Ia mengatakan, antusias masyarakat sangat tinggi selang beberapa kali event pasar murah GPM di gelar Disketapang Kendari. Bahkan warga rela antre demi memperoleh bahan pokok murah. Menurutnya, pangan murah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Alhamdulillah, respons masyarakat sangat positif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir dan membantu masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti




