BERITA TERKINIHEADLINE

Didukung BI Sultra, Kios Pangan Kendari Tembus 160 Titik, Akses Pangan Murah Kian Meluas

×

Didukung BI Sultra, Kios Pangan Kendari Tembus 160 Titik, Akses Pangan Murah Kian Meluas

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Akses masyarakat terhadap pangan murah di Kota Kendari semakin terbuka lebar. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) terus mengakselerasi perluasan kios pangan sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan menekan laju inflasi.

Hingga akhir Januari 2026, jumlah kios pangan yang tersebar di berbagai sudut Kota Lulo tercatat telah menembus 160 titik. Keberadaan kios-kios tersebut menjadi penyangga distribusi pangan sekaligus alternatif belanja masyarakat di luar pasar tradisional.

Kepala Disketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan program kios pangan berawal dari proyek perubahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dirancang sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah melalui penguatan pasokan dan distribusi pangan.

Baca Juga :  Kesiapan Pemprov Sultra Hadapi Nataru dan Potensi Bencana, ASR Turun Cek Personel

“Awalnya kita mulai dari 10 kios saja. Alhamdulillah, setelah diaktualisasikan di Kota Kendari, perkembangannya sangat baik dan respons masyarakat juga tinggi,” ujar Abdul Rauf saat ditemui awak media, Senin (26/1/2026).

Menurut Abdul Rauf, inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (BI Sultra). Bahkan, BI turut menginisiasi pembentukan perkumpulan kios pangan yang diluncurkan pada 11 Agustus 2025 lalu. Saat itu, jumlah kios tercatat sebanyak 120 titik dan diresmikan langsung bersama Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.

Tak hanya itu, pada awal Januari 2026, Kota Kendari mencatatkan prestasi nasional dengan menempati peringkat kedua terbanyak jumlah kios pangan dari lebih 500 kabupaten/kota di Indonesia, tepat di bawah Kota Malang.

Baca Juga :  Minum Kopi Jam Segini Bantu Kurangi Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung

“Dengan hadirnya kios pangan di lingkungan pemukiman, masyarakat tidak perlu lagi ke pasar. Kebutuhan pokok sudah tersedia di dekat rumah,” kata Abdul Rauf.

Ia menyebut, kios pangan merupakan perpanjangan tangan dari Bulog. Terdapat tiga komoditas utama yang disalurkan, yakni beras pemerintah (SPHP), gula, dan minyak goreng, yang seluruhnya difasilitasi langsung oleh Bulog.

Untuk harga, beras SPHP di kios pangan dipatok dengan harga eceran tertinggi Rp62.500 per 25 kilogram. Sementara itu, pemerintah juga memberikan subsidi cukup besar untuk komoditas gula dan minyak goreng agar tetap terjangkau masyarakat.

Baca Juga :  Dankodaeral VI Makassar Kunjungi PT Vale Morowali, Perkuat Sinergi Industri dan Pertahanan Laut

Selain menjaga stabilitas harga, keberadaan kios pangan dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil melalui aktivitas jual beli harian.
“Walaupun skalanya kecil, transaksi yang terjadi bisa menghidupkan ekonomi kota. Ini menunjukkan manfaat besar dari kios pangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Rauf membuka peluang bagi masyarakat yang ingin bermitra atau membuka kios pangan baru. Syaratnya pun terbilang sederhana.

“Cukup menyiapkan KTP dan titik lokasi kios. Selanjutnya akan difasilitasi melalui sistem Klik SPHP, bermitra dengan Bulog atas rekomendasi Dinas Ketahanan Pangan,” tutupnya.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x