LAJUR.CO, KENDARI – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang 2025 menunjukkan peran penting menjaga stabilitas dan akselerasi ekonomi daerah.
Data Direktorat Jenderal Pebendaharaan (DJPb) Sultra merinci, hingga 31 Desember 2025, realisasi belanja APBN di Sultra mencapai Rp25.677,49 miliar atau setara 96,03 persen dari total pagu yang ditetapkan pemerintah pusat.
Capaian tersebut sejalan dengan penguatan ekonomi daerah. Pada triwulan III-2025, ekonomi Sultra tumbuh sebesar 5,65 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan tersebut meningkat signifikan dibandingkan triwulan II-2025 dan mencerminkan geliat aktivitas ekonomi di berbagai sektor strategis.

“APBN berfungsi sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi Sultra. Di tengah tantangan global, belanja negara kami dorong agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Kepala DJPb Sultra, Iman Widhiyanto, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), nilai PDRB Sultra atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025 mencapai Rp51,68 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp30,41 triliun, menandakan pertumbuhan ekonomi riil yang tetap terjaga.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Sultra pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,86 persen secara year-on-year dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,61. Angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 3,45 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Baubau sebesar 2,07 persen. Kenaikan harga terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, disusul perawatan pribadi, pendidikan, restoran, dan transportasi.
Meski demikian, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi, seperti pakaian dan alas kaki, perlengkapan rumah tangga, serta informasi dan jasa keuangan. Kondisi ini turut menahan laju inflasi agar tetap terkendali.
Secara bulanan, inflasi Sultra tercatat sebesar 0,22 persen pada Desember 2025. Sementara secara year-to-date hingga akhir tahun, inflasi juga berada di level 2,86 persen, menandakan stabilitas harga relatif terjaga sepanjang 2025. Adm



