LAJUR.CO, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) meresmikan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodohoa, Kota Kendari, Jumat (30/1/2026). Revitalisasi PPI yang dibiayai melalui APBD 2025 dan APBD Perubahan 2025 tersebut kini sepenuhnya rampung dan jauh dari kesan kumuh.
Gubernur ASR menyatakan, kondisi kawasan PPI Sodohoa saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Dulu, kawasan ini terlihat semerawut dengan kondisi bangunan yang tak terawat.
Program rehabilitasi PPI Sodohoa sendiri diinstruksikan langsung Gubernur ASR saat baru pertama kali menjabat 01 Sultra tahun 2025 silam. Perbaikan kawasan pelelangan ikan itu bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas perikanan, mendorong aktivitas nelayan, serta memberi nilai tambah sektor perikanan dan kelautan sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

ASR mengingatkan pengelolaan dan pemeliharaan menjadi kunci utama agar fasilitas yang telah dibangun tidak cepat rusak.
“Hari ini kita resmikan. Tahun lalu tidak seperti ini. Ke depan harus dipelihara dengan baik. Masih ada yang kurang dan akan direhab secara keseluruhan,” ujar ASR.
Ia menekankan penataan aktivitas jual beli ikan di kawasan PPI. Ke depan, pedagang tidak lagi diperbolehkan berjualan di luar area PPI. Pemerintah akan mengatur dengan jelas zona basah dan zona kering, sehingga pedagang tidak perlu lagi membawa kursi dan meja sendiri.
Selain itu, pemerintah berencana menambah sekitar 50 lapak baru untuk menunjang aktivitas perdagangan ikan. Dengan begitu, pedangan yang belum tertampung bisa terakomodasi dalam satu kawasan.
Selain menata kawasan, pemerintah membangun fasilitas cold storage di sana. Sehingga nelayan yang selama ini hanya bergantung penuh dari es batu untuk menjaga kualitas ikan tangkapan bisa bernapas lega.
Fasilitas cold storage sendiri menjaga kualitas ikan lebih awet agar harga tidak jatuh saat pasokan melimpah. Jauh berbeda jika hanya mengandalkan es batu di kapal untuk mempertahankan mutu hasil tangkapan.
“Kalau kualitas terjaga, harga naik. Nelayan punya penghasilan, anak-anak bisa sekolah. Soal listrik cold storage akan kita pikirkan solusinya,” katanya.
Plt Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra Tommy Putra Alamsyah Bunggasi mengatakan, Pemprov Sultra menggelontorkan anggaran lebih dari Rp6 miliar untuk revitalisasi PPI Sodohoa. Budget tersebut mencakup pembangunan cold storage, gedung koperasi baru, meja ikan, serta perbaikan pabrik es.
Selain itu, terdapat anggaran sarana dan prasarana pasar sekitar Rp400 juta, anggaran PPI dari APBD Perubahan sebesar Rp6,2 miliar, serta rehabilitasi pagar senilai Rp900 juta. Seluruh fasilitas dirancang untuk menciptakan kawasan PPI yang tertata, bersih, higienis, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hasil tangkapan nelayan.
Tommy menjelaskan rehabilitasi PPI Sodohoa dirancang permanen agar seluruh aktivitas nelayan dapat berlangsung lebih tertib dan tidak kembali menimbulkan kesan kumuh. Pemerintah berharap kawasan pelelangan ikan dapat dijaga dan dirawat bersama agar memberi manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain fasilitas penyimpanan ikan, pemerintah selanjutkan akan memperbaiki sanitasi, pengelolaan sampah hingga akses jalan menuju kawasan PPI Sodohoa agar lingkungan tetap bersih dan higienis.
Hal itu sejalan dengan arahan ASR saat peresmian fasilitas PPI. ASR menegaskna infrastruktur pendukung khususnya jalan di sekitar PPI wajib dibenahi.
“Apa gunanya tempat bagus kalau jalannya jelek. Ini belum sesuai ekspektasi saya, maka Pak Tommy masih ada kesempatan untuk diperbaiki jalan,” tegasnya.
Usai meresmikan, ASR lanjut menyisir satu persatu kawasan PPI untuk mengecek kualitas proyek. Ia sesekali berinteraksi dengan pedagang menanyakan keluhan dan respon atas program rehab PPI.
Menurut ASR, PPI Sodohoa tidak hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat hasil laut, tetapi juga harus menjadi simpul ekonomi, pusat aktivitas nelayan, serta penggerak roda perekonomian masyarakat pesisir. Dengan fasilitas yang memadai, rantai distribusi ikan diharapkan semakin efisien dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang ikut hadir saat peresmian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sultra. Revitalisasi tersebut membawa dampak signifikan sebab PPI Sodohoa merupakan salah satu bagian ikon kebanggaan Kota Kendari.
Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun sebagaimana arahan Gubernur Sultra.
“Atas nama Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban,” ujarnya.
Siska menegaskan Pemerintah Kota Kendari akan mengambil alih pengelolaan parkiran PPI Sodohoa agar lebih tertib dan tidak menimbulkan kemacetan. Penataan lalu lintas di sekitar kawasan PPI akan dilakukan guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat. Adm



