LAJUR.CO, KENDARI – Dinas Pendidikan Kota Kendari mengakui masih terjadi keterbatasan guru dan tenaga kependidikan pada jenjang TK, SD, dan SMP, khususnya untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta Bimbingan dan Konseling (BK).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari, Saemina, mengatakan kekurangan tersebut tidak terjadi secara menyeluruh. Minim tenaga pengajar hanya ada pada mata pelajaran tertentu yang memiliki peran penting dalam pembinaan fisik dan mental peserta didik.
“Kalau dibilang kekurangan guru secara umum tidak juga, tetapi memang ada di beberapa mata pelajaran yang masih kurang, yaitu PJOK dan BK,” ujar Saemina saat diwawancarai awak media, Rabu (4/2/2026).

Saat ini, jumlah guru dan tenaga kependidikan di Kota Kendari tercatat sebanyak 5.026 orang. Sementara itu, jumlah satuan pendidikan mencapai 420 sekolah yang tersebar di berbagai jenjang.
Rinciannya, terdapat 180 TK/RA, 140 SD/MI, 54 SMP/MTs, serta 46 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah yang dikenal sebagai Kota Lulo tersebut.
Di sisi lain, jumlah peserta didik di Kota Kendari terbilang cukup besar. Data Dinas Pendidikan mencatat total murid PAUD sebanyak 8.153 orang, SD sebanyak 39.262 orang, dan SMP sebanyak 14.853 orang yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Menanggapi kondisi tersebut, Saemina menyebut pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, meskipun kewenangan pengangkatan guru masih berada di tangan pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu karena regulasinya dari pusat. Namun, kami tetap melakukan pengusulan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Saemina.
Ia berharap ke depan kebutuhan guru PJOK dan BK di Kota Kendari dapat segera terpenuhi, sehingga layanan pendidikan, khususnya dalam pembinaan karakter, fisik, dan mental peserta didik, dapat berjalan lebih optimal.
Laporan: Ika Astuti




