LAJUR.CO, KENDARI – Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu daerah tujuan utama warga Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk merantau. Dorongan untuk mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, hingga menjalankan misi dagang telah lama membentuk tradisi merantau yang melekat dalam kehidupan masyarakat Sulsel.
Tradisi tersebut terus berlangsung hingga kini dan membentuk pola mobilitas penduduk ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk ke Sultra yang dinilai memiliki peluang ekonomi cukup menjanjikan.
Data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam Profil Migran Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, Sultra tercatat sebagai provinsi kedua terbanyak setelah Kalimantan Timur (Kaltim) yang menjadi tujuan perantau asal Sulsel, dengan persentase mencapai 19,5 persen.

Selain Sultra dan Kaltim, daerah tujuan perantauan warga Sulsel lainnya meliputi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebesar 12,8 persen, dan Kalimantan Utara dengan sebaran 7,8 persen.
Kemudian disusul Sulawesi Barat (Sulbar) dengan sebaran perantau 7,0 persen. Sementara itu, 32,6 persen perantau Sulsel memilih menetap di berbagai provinsi lain, bahkan ke luar negeri.
Tingginya minat warga Sulsel merantau ke daerah dengan julukan Bumi Anoa tidak lepas dari kedekatan wilayah, ketersediaan lapangan kerja, serta berkembangnya sektor ekonomi dan perdagangan.
Sejumlah daerah di Sultra, seperti Kendari serta kawasan pertambangan dan pesisir, menjadi magnet bagi perantau untuk bekerja maupun mengembangkan usaha.
Merantau sendiri telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sulsel, khususnya suku Bugis, Makassar, dan Toraja. Sejak dahulu, mereka dikenal sebagai kelompok masyarakat yang gemar menjelajahi wilayah baru untuk membuka peluang hidup, memperluas jejaring ekonomi, dan membangun usaha di berbagai daerah.
Fenomena ini mempertegas posisi Sultra sebagai salah satu daerah strategis tujuan perantau di kawasan timur Indonesia. Selain itu, banyaknya warga Sulsel merantau ke Sultra juga memberi kontribusi nyata terhadap dinamika sosial dan ekonomi di daerah tujuan. Red




