LAJUR.CO, KENDARI — Duka mendalam keluarga bocah perempuan berinisial N (8) yang tewas dalam kecelakaan tabrak lari di perempatan lampu merah Wuawua mendapat perhatian langsung dari Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka. Tak sekadar menyampaikan belasungkawa, orang nomor satu di Sultra itu menjanjikan bantuan konkret berupa pekerjaan bagi kedua orang tua korban serta program bedah rumah.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, ASR menyebut Pemerintah Provinsi Sultra akan memfasilitasi kedua orang tua korban untuk mendapatkan pekerjaan berbasis outsourcing sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, bantuan renovasi rumah juga akan diberikan guna memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga korban.
Andi Sumangerukka diketahui menyambangi rumah duka di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Jumat malam (6/2/2026). Ia hadir didampingi Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, untuk melihat langsung kondisi keluarga sekaligus memastikan pendampingan pemerintah berjalan maksimal.

Bocah N mengembuskan napas terakhir setelah tertabrak kendaraan alat berat jenis loader di Perempatan PLN Wuawua, Kecamatan Wuawua, pada Kamis (29/1) sekitar pukul 18.23 Wita. Peristiwa ini sempat menyita perhatian publik lantaran pengemudi kendaraan berat tersebut melarikan diri dari lokasi kejadian.
Di hadapan keluarga korban, ASR memastikan terduga pelaku tabrak lari telah diamankan oleh aparat kepolisian. Ia menegaskan pelaku harus bertanggung jawab penuh atas perbuatannya, baik melalui proses hukum maupun pemberian santunan kepada keluarga korban.
“Hari ini saya datang langsung ke rumah almarhumah. Berdasarkan informasi yang saya terima, pelaku penabrakan sudah ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Andi Sumangerukka.
Gubernur Sultra itu meninjau kondisi tempat tinggal keluarga korban yang diketahui memiliki tujuh orang anak dengan kondisi ekonomi yang tergolong memprihatinkan. Ayah korban bekerja serabutan, sementara sang ibu tidak memiliki pekerjaan tetap.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah, terutama karena anak-anak kerap membantu orang tua mencari penghasilan di jalanan, yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.
“Saya mengimbau agar anak-anak tidak lagi dibiarkan berjualan di pinggir jalan. Risikonya sangat besar dan membahayakan keselamatan mereka,” tegasnya.
Selain itu, ASR meminta pemerintah daerah, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota, agar memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan menjangkau warga yang membutuhkan.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya. Adm




