BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

BI Sultra Siapkan Stok Rp1,2 Triliun untuk Ramadan & Idulfitri

×

BI Sultra Siapkan Stok Rp1,2 Triliun untuk Ramadan & Idulfitri

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – BI Sultra menyiapkan stok uang rupiah layak edar (URLE) sebesar Rp1,2 triliun. Nominal tersebut akan digunakan memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

Penyediaan uang tunai dilakukan melalui penyelenggaraan Program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026, yang berlangsung melalui layanan kas keliling, loket perbankan, hingga penukaran bersama berbasis digital melalui aplikasi PINTAR.

Kepala BI Provinsi Sultra, Edwin Permadi saat Bincang Bareng Media, Senin (9/2/2026), mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam memastikan kelancaran sistem pembayaran di momen meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat Sultra dapat memperoleh uang rupiah dengan mudah, aman, dan tertib selama Ramadan dan Idulfitri,” ujar Edwin.

Ia menambahkan, “Peningkatan batas maksimal penukaran pada SERAMBI 2026 menjadi Rp5,3 juta diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi.”

Berbeda dari tahun sebelumnya, batas maksimal penukaran per orang pada SERAMBI 2026 meningkat menjadi Rp5.300.000, atau naik 23,2% dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp4.300.000. Kebijakan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan uang tunai masyarakat yang cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Baca Juga :  Forum Konsultasi Publik RKPD 2027, Bappeda Sultra Selaraskan Program ASR–Hugua dan Mandatory Pusat

Seiring dengan kesiapan BI Sultra dalam menjaga kelancaran transaksi, perekonomian Sultra pada tahun 2025 tercatat tumbuh solid sebesar 5,79% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 sebesar 5,40% (yoy), serta melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11% (yoy). Pada Triwulan IV-2025, ekonomi Sultra tumbuh 5,94% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi penawaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Jasa Keuangan yang tumbuh 17,27% (yoy), didorong oleh ekspansi kredit dan meningkatnya transaksi digital.

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh Lapangan Usaha Akomodasi dan Makan Minum, sejalan dengan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penyelenggaraan berbagai ajang berskala nasional.

Selain itu, Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi turut menopang pertumbuhan melalui lonjakan aktivitas digital masyarakat. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tertahan oleh kinerja yang relatif lebih rendah pada Lapangan Usaha Pengadaan Air serta Administrasi Pemerintahan.

Baca Juga :  Pemkab Luwu Utara Dapat Hibah Satu Unit Excavator Dari Vale, Backup Mitigasi Risiko Banjir

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang didorong oleh pembangunan kawasan industri dan fasilitas pendidikan, serta Konsumsi Rumah Tangga yang tetap terjaga daya belinya. Namun demikian, kinerja ekonomi secara keseluruhan masih tertahan oleh kontraksi ekspor besi baja serta peningkatan impor bahan bakar minyak (BBM).

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sultra pada Januari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,69% (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi Desember 2025 sebesar 0,22% (mtm), serta berbeda arah dengan inflasi nasional yang tercatat -0,15% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, serta beberapa jenis ikan seperti cakalang, lajang, kembung, dan selar.

Kenaikan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh tekanan harga emas global akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan instabilitas geopolitik, yang mendorong permintaan aset safe haven. Adapun kenaikan harga ikan disebabkan oleh penurunan frekuensi melaut nelayan akibat cuaca yang kurang kondusif dan gelombang laut yang relatif tinggi, melebihi 1,5 meter.

Baca Juga :  Didukung BI Sultra, Kios Pangan Kendari Tembus 160 Titik, Akses Pangan Murah Kian Meluas

Dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri, BI Sultra bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi melalui berbagai langkah strategis. Pada Februari 2026, BI memberikan dukungan fasilitasi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Fasilitasi Distribusi Pangan yang bekerja sama dengan delapan TPID, yakni Provinsi Sultra, Kabupaten Buton Selatan, Buton Utara, Muna, Buton, Kolaka, Wakatobi, serta Kota Kendari. BI Sultra juga mendorong akselerasi pemanfaatan Kios Pangan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Sultra turut ditopang oleh meningkatnya transaksi non-tunai, khususnya melalui QRIS sebagai game changer sistem pembayaran ritel.

Pada Triwulan IV-2025, jumlah pengguna QRIS di Sultra bertambah 31.723 pengguna, sehingga total pengguna mencapai 303.254, tumbuh 12% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah merchant QRIS juga meningkat signifikan sebesar 37,65% (yoy) menjadi 239.463 merchant, dengan volume transaksi mencapai 4.364.680 transaksi, melonjak 184,61% (yoy) dibandingkan Triwulan IV-2024. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x