BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Redam Inflasi Jelang Ramadan, Bahan Pokok Dibanderol Murah di Halaman Disperindag Sultra

×

Redam Inflasi Jelang Ramadan, Bahan Pokok Dibanderol Murah di Halaman Disperindag Sultra

Sebarkan artikel ini
fitrah

LAJUR.CO, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra menggelar pasar murah di halaman Kantor Disperindag Sultra. Langkah in dilkukan demi meredam laju inflasi menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.

Program pasar murah di Halaman kantor Diperindag Sultra mulai dilaksanakan, Selasa (10/2/2026) dan akan berlangsung hingga Jumat.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra Laode Muh Fitrah mengatakan, kegiatan pasar murah merupakan tindak lanjut dari rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menyusul tingginya angka inflasi di Sultra. Berdasarkan data, inflasi Sultra pada Januari 2026 tercatat sebesar 5,10 persen secara year-on-year, menjadikannya inflasi tertinggi kedua secara nasional.

Baca Juga :  Menelusuri Gua Metanduno di Pulau Muna; Wisata Edukatif dengan Seni Cadas Tertua di Dunia

“Tindak lanjut dari rapat tim pengendalian inflasi daerah karena memang inflasi kita tertinggi kedua se-Indonesia, jadi program strategis kita lewat pasar murah. Apalagi ini mau sambut HKBN,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan pasar murah, sejumlah distributor turut berpartisipasi menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Produk pangan tersebut dijual langsung oleh distributor tanpa adanya subsidi dari pemerintah, sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga stabilitas harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Baca Juga :  Realisasi KTP Digital di Kendari Jauh Dari Target, Baru Kisaran 10 Persen

“Karena memang tidak ada anggaran khusus untuk pasar murah. Tidak ada voucher. Tapi harga di sini murah dari yang di pasar,” jelas Fitrah.

Adapun bahan pokok yang dijual dalam pasar murah tersebut meliputi minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, gula, beras, serta produk pangan olahan. Minyak goreng Tropical kemasan 1,5 liter dijual seharga Rp31 ribu dari harga pasar sekitar Rp33 ribu. Minyak goreng Beefood dari Bulog dibanderol Rp18.500 per liter, sementara Minyakita dijual Rp15 ribu per liter.

Selain itu, beras premium dijual dengan harga Rp74.500, serta produk nata de coco yang dijual Rp15 ribu per kemasan dari harga normal Rp18 ribu.

Baca Juga :  Lindungi Konsumen, OJK Batasi Skema Pembayaran 'Kecebong' Pinjol

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahan pokok menjadi penyumbang utama inflasi di Sultra. Komoditas seperti beras dan bawang mengalami kenaikan harga, sementara telur juga mulai berfluktuasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Disperindag Sultra berharap kegiatan ini dapat membantu menjaga stabilitas harga serta meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya.

Sebagai informasi, selain Disperindag Sultra, di hari yang sama Pemerintah Kota Kendari juga menggelar pasar murah serupa di pelataran Kantor Wali Kota Kendari. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x