LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, memastikan akan turun langsung memantau kesiapan infrastruktur dan moda transportasi menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, khususnya Komisi V yang membidangi infrastruktur dan perhubungan. Pengecekan layanan transportasi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra), dilakukan lebih awal guna memastikan seluruh pihak menyiapkan strategi matang, meminimalisir angka kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan pemudik. Berbagai potensi keluhan masyarakat terkait layanan transportasi pun bisa diantisipasi sejak dini.
“Yang pertama saya di pembukaan puasa ini akan lihat jalan nasional serta beberapa jalan daerah serta kemungkinan memantau kelayakan armada kapal antar pulau,” kata Ridwan, Jumat (13/2/2026).

Ridwan Bae menegaskan pengawasan difokuskan pada kesiapan jalan nasional yang masuk dalam tupoksi kerja Komisi DPR RI. Ia berharap kondisi jalan berada dalam kondisi prima saat arus mudik berlangsung.
“Kalau persoalan jalanan kita harapkan tingkat kemulusan baik jalan nasional dan daerah sehingga memberikan kenyamanan bagi pemudik,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, konsentrasi pengawasan adalah infrastruktur jalan nasional ditangani pemerintah pusat melalui balai yang memang menjadi gawean pemerintah pusat.
“Persoalan infrastruktur jalan nasional akan ditangani pusat lewat balai, di kabupaten, pemerintah daerahnya masing-masing,” ucap Legislator Golkar tersebut.
Selain jalur darat, perhatian juga diarahkan pada transportasi laut antar pulau, terutama terkait faktor cuaca dan kapasitas penumpang.
“Masalah angkutan laut hubungan dengan cuaca, nah KUPP dan KSOP harus berkoordinasi aktif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang pendalaman terhadap cuaca. Kalau ada cuaca buruk, kelebihan penumpang lebih berbahaya lagi. Kita meminimalisir angka kecelakaan di musim mudik,” tegasnya.
Pengawasan turut mencakup sektor penerbangan di tengah potensi lonjakan penumpang pada periode perayaan hari besar umat Islam.
“Begitu juga dengan pesawat udara, bagaimana kondisi penumpang terkait perawatan pesawat dipantau,” katanya.
Khusus di Sultra, Ridwan mengingatkan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi agar memperhatikan kondisi fisik dan kesiapan perjalanan.
“Khusus di Sultra penumpang yang jalan dengan kendaraan masing-masing, kesehatan pribadi sehingga mereka baik, tangguh semua, terlengkapi dengan baik dan fisik semua dalam keadaan prima,” ujar mantan Bupati Muna dua periode tersebut.
Ia menilai lonjakan penumpang bisa terjadi sejak awal Ramadan dan akan memasuki fase puncak jelang momen perayaan Idulfitri. Khusus di Provinsi Sultra, puncak kepadatan penumpang terlihat jelas pada jalur tranportasi laut yang menghubungkan antar pulau.
Seperti trayek Kendari–Wakatobi, Kendari–Buton, hingga konektivitas menuju Sulawesi Tengah akan menjadi perhatian khusus Ridwan Bae saat kunjungan nanti. Jalur penghubung Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah dinilai krusial karena menjadi lintasan mudik dengan jarak panjang dan volume kendaraan tinggi.
“Titik pantau jalur Sulsel dan Sulteng sangat penting dijaga karena trayek mudik yang begitu panjang,” tutupnya.
Melalui pengawasan Komisi V, DPR RI berupaya memastikan kesiapan infrastruktur dan transportasi jelang Ramadan dan Lebaran 2026 berjalan optimal, terutama di wilayah Sulawesi dan kawasan timur Indonesia. Adm




