LAJUR.CO, KENDARI — Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia industri kembali diwujudkan melalui kesepakatan penyelesaian lahan Old Camp di Sorowako. PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menandatangani dokumen penyelesaian lahan yang disaksikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Kantor Camat Nuha, Kamis (12/3).
Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan penyelesaian yang transparan dan tertib bagi masyarakat terkait lahan Old Camp di kawasan Sorowako.
Melalui proses tersebut, penyelesaian lahan seluas 23,1 hektar di kawasan Old Camp Sorowako akan didistribusikan kepada 886 calon penerima. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam menyelesaikan kewajiban historis perusahaan sekaligus mendukung penataan kawasan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Head of External Relations Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan penyelesaian tersebut merupakan hasil dialog dan koordinasi intensif antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, bagi masyarakat, lahan bukan sekadar aset, tetapi juga ruang kehidupan dan harapan masa depan keluarga. Karena itu, penyelesaian dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah agar prosesnya berjalan transparan, tertib, dan memberikan kepastian yang adil bagi masyarakat.
Selain distribusi lahan, PT Vale juga akan mendukung penataan kawasan serta pembangunan akses jalan sesuai arahan pemerintah daerah. Upaya ini diharapkan dapat mendorong kawasan tersebut berkembang menjadi ruang yang tertata dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Sebagai bagian dari grup tambang nasional MIND ID, PT Vale menilai kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung pembangunan wilayah.
Dalam momentum bulan Ramadan, PT Vale juga turut mendukung kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang digelar di sejumlah kecamatan, di antaranya Nuha, Wotu, Wasuponda, Malili, dan Towuti.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berharap hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat terus terjaga dengan baik, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Adm





