BERITA TERKININASIONAL

Kampus Masuk Era Efisiensi, Dosen Didorong Dapat WFH dan Mahasiswa Senior PJJ

×

Kampus Masuk Era Efisiensi, Dosen Didorong Dapat WFH dan Mahasiswa Senior PJJ

Sebarkan artikel ini
efisiensi
Foto : Ist

LAJUR.CO, KENDARI – Menyusul kebijakan era efisiensi, Kemendikti Saintek menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengatur penyesuaian kegiatan akademik untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait penghematan penggunaan energi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) RI Brian Yuliarto menuturkan, SE Mendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pola Kerja dan Penyesuaian Kegiatan Akademik itu ditujukan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS). Baca berita tanpa iklan.

“Tentu edaran yang kami sampaikan ke seluruh keluarga besar Dikti Saintek itu tentu PTN dan PTS. Meskipun secara aturan undang-undang PTS di bawah yayasan, tapi substansinya di bawah kami,” kata Brian saat ditemui di Kantor Kemendikti Saintek, Senin (6/4/2026).

SE tersebut mengatur soal pembatasan kendaraan operasional dan/atau kendaraan dinas yang tidak mendesak, mendorong penggunaan transportasi publik, pengaturan pendingin ruangan, optimalisasi penggunaan ruang belajar hingga penyesuaian kegiatan akademik berdasarkan kesiapan program studi.

Melalui SE itu, perguruan tinggi di lingkungan Kemdikti Saintek didorong untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester 5 ke atas dan pascasarjana.

Baca Juga :  Petani di Sultra Tekor, BPS Sebut Daya Beli Merosot 1,64 Persen

Namun, penerapan kebijakan ini tidak bersifat seragam. PJJ bagi mahasiswa senior disarankan dengan tujuan untuk membangun budaya kerja yang lebih efisien.

“Kenapa? Karena ketika Covid-19 kemarin kita belajar bahwa digitalisasi menjadi penting dan itu membuat kita menjadi lebih efisien,” ucapnya.

Brian lalu mencontohkan, dulu pengajuan-pengajuan Guru Besar masih menggunakan kertas, tetapi kini sudah tidak lagi mengandalkan tumpukan berkas secara fisik.

“Saya ingat pengajuan Guru Besar itu bisa satu kontainer dari Bandung. Nah sekarang kan sudah digital,” kata dia.

Menurut Brian, ketika efisiensi digital berjalan dengan baik, maka hal tersebut akan menciptakan sistem mobilitas yang lebih hemat energi.

“Ketika layanan menjadi digital, transportasi menjadi jauh lebih efisien. Misalnya dosen mengajukan riset tidak perlu ke Jakarta, bisa lewat sistem. Termasuk juga pengajuan beasiswa, minta transkrip dari rektorat,” tutur dia.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mahasiswa kedokteran yang memerlukan praktik jika kebijakan PJJ ini diterapkan di setiap program studi (prodi).

Karena itu, Brian menegaskan bahwa kebijakan PJJ bagi mahasiswa semester 5 ke atas diserahkan kebijakan masing-masing kampus.

Baca Juga :  UHO Resmi Tetapkan Empat Hari Kerja, Jumat WFH, Berikut Penjelasan Plt Rektor!

“Masa kedokteran hewan membedah hewan melalui PJJ? Jadi kami serahkan ke kampus masing-masing. Terkait perkuliahan, kami menyerahkan ke setiap kampus dan prodi,” kata Brian.

Brian menuturkan, perkuliahan PJJ atau secara hybrid tetap memperhatikan kualitas dan capaian pembelajaran yang dipahami oleh masing-masing prodi di setiap kampus.

Pasalnya, kegiatan perkuliahan dengan praktikum, di laboratorium tidak bisa dilakukan secara online dan tetap harus digelar tatap muka. Sedangkan bimbingan skripsi hingga seminar dapat digelar secara daring (online) atau memanfaatkan platform digital.

“Prodi yang tahu mana mata kuliah yang sifatnya wawasan itu bisa dilakukan secara hybrid atau PJJ. Mata kuliah yang intensif seperti hitungan, penurunan rumus, atau praktikum, tentu tidak bisa PJJ,” ucapnya.

Selain PJJ, Brian menyerukan kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan jatah work from home (WFH) kepada para dosen dan tenaga pendidikan sebanyak satu hari dalam sepekan.

“Mengenai dosen, kami minta kampus mengatur agar jadwal mengajar dikonsentrasikan pada hari-hari tertentu,” kata Brian.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Aktifkan Satgas Ramadan–Idulfitri 2026, Jaga Pasokan Energi Aman

Menurut Brian, imbauan WFH sehari sepekan sebagai bagian dari upaya mendorong efisiensi dan transformasi budaya kerja di lingkungan pendidikan tinggi.

Dengan WFH, dosen maupun mahasiswa tidak perlu datang ke kampus sehingga jauh lebih efisien serta dapat lebih menghemat energi.

“Misalnya dosen mengajar Senin sampai Kamis penuh, hari Jumat dia bisa bekerja dari rumah. Ini jauh lebih efisien. Mahasiswa juga tidak perlu bolak-balik kalau sistemnya sudah baik,” ujar dia.

Walau begitu, Brian tidak ingin kualitas pendidikan berkurang gara-gara dosen diberi WFH 1 hari, dan mahasiswa semester 5 ke atas melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Itu dengan mengatur perkuliahan sehingga lebih terkonsentrasi. Tentu sekali lagi ini tidak mengurangi capaian pembelajaran. Jangan sampai mengganggu kualitas pengajaran,” kata Brian saat ditemui terpisah di Istana, Jakarta, Senin.

Brian menekankan bahwa universitas tetap perlu memperhatikan mata kuliah yang bisa dilakukan pembelajaran secara hybrid. Yang pasti, Brian menegaskan, jangan sampai mahasiswa semester 1 dan 2 malah ikut-ikutan melakukan PJJ. Adm

Sumber : Kompas.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x