LAJUR.CO, KENDARI – Bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) kembali hadirkan wajah baru yakni Prof. Azhar Bafadal. Akademisi kelahiran Kupang , Nusa Tenggara Timur, 5 Desember 1967 tersebut secara resmi mendaftar diri sebagai salah satu bakal calon 01 UHO.
Ia menjadi kadindat keempat yang bakal tarung memperebutkan posisi leader di kampus negeri terbesar Sulawesi Tenggara (Sultra). Berkas dokumen Prof Azhar Bafadal yang kini tengah menjalani ibadah haji di Tanah Suci diserahkan melalui Liaison Officer (LO) Dr. Hadi Sudarmo, Jumat (22/5/2026).
Masuknya dokumen Prof Azhar Bafadal ke panitia Pilrektor UHO, menambah daftar kontestasi Pilrek UHO periode 2026-2030. Praktis kini, ada empat balon yang resmi mengajukan berkas pada suksesi calon Rektor UHO.
Saat diwawancarai awak media, Hadi Sudarmo mengungkapkan, alasan dirinya mewakili Prof. Azhar Bafadal dalam penyerahan berkas tersebut. Kata dia, Ketua Senat Fakultas Pertanian tersebut berhalangan hadir langsung lantaran tengah menjalankan ibadah haji sejak 12 Mei 2026. Ia pun diberi amanah untuk mewakili proses penyerahan berkas.
“Beliau pergi berangkat haji sejak 12 Mei, sehingga berhalangan. Jadi dipuaskan kepada saya, katanya.
Hadi Sudarmo bersyukur semua proses penyerahan berkas berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kami berharap beliau bisa lolos di proses penjaringan bakal calon rektor dengan syarat yang ada,” ucapnya di depan wartawan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Ali Bain, mengatakan seluruh dokumen milik Prof. Azhar Bafadal dinyatakan lengkap dan kini dirinya sudah resmi menjadi Bakal Calon (Balon) rektor UHO.
“Dan sekarang ini kita simpan sementara di berangkas kita untuk selanjutnya nanti akan verifikasi satu persatu dari seluruh persyaratan itu berdasarkan status dan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.
Masuknya Prof. Azhar Bafadal, persaingan menuju kursi rektor UHO semakin ramai. Sebelumnya, Prof. Armin mendaftar pada 18 Mei 2026. Disusul Prof. Takdir Saili pada 20 Mei 2026. Pendaftar keempat, Assoc. Prof. Baru Sadarun pada Kamis, 21 Mei 2026.
Laporan: Ika Astuti





