LAJUR.CO, KENDARI – Prosesi keberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Muna Barat (Mubar) sempat diwarnai kendala teknis. Bus milik Pemda yang sedianya digunakan untuk mengantar jemaah menuju Bandara Sugimanuru tidak kunjung tiba di lokasi pelepasan.
Akibatnya, para jemaah yang telah mengikuti seremoni pelepasan di Masjid Al Muhajirin, Desa Wapae Jaya, akhirnya diberangkatkan menggunakan mobil pribadi milik keluarga dan kerabat.
Prosesi pelepasan jemaah dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mubar, Ali Basa, Sabtu (16/5/2026). Setelah acara selesai, para jemaah awalnya dijadwalkan menuju Bandara Sugimanuru menggunakan bus yang difasilitasi Dinas Perhubungan Mubar.
Para jemaah selanjutnya akan terbang ke Bandara Hasanuddin Makassar pada hari yang sama. Mereka akan bergabung dengan jemaah lainnya di Embarkasi Makassar sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Namun, hingga beberapa waktu setelah acara berakhir, bus tersebut belum juga tiba di lokasi. Situasi sempat membuat petugas dan keluarga jemaah kewalahan karena menunggu kepastian kendaraan pengangkut.
Untuk meminimalisir keterlambatan, jemaah akhirnya berangkat menggunakan kendaraan pribadi. Mobil para jemaah kemudian berjalan beriringan menuju Bandara Sugimanuru didampingi keluarga masing-masing.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Muna Barat, La Karimu, menjelaskan keterlambatan itu terjadi akibat kendala teknis pada bus yang telah disiapkan sebelumnya.
“Busnya bermasalah. Sopir juga tidak konfirmasi kepada petugas sehingga ada miskomunikasi,” jelasnya.
Meski sempat mengalami hambatan, seluruh jemaah calon haji akhirnya tetap tiba di Bandara Sugimanuru dan melanjutkan perjalanan menuju Embarkasi Makassar sesuai jadwal penerbangan.
Suasana pelepasan jemaah di bandara pun berlangsung haru dan penuh antusiasme. Keluarga serta kerabat tampak memadati area bandara untuk mengantar sanak saudara mereka menuju Tanah Suci.
Bahkan sejumlah pengantar rela berdiri di pagar pembatas landasan pacu demi melihat keluarga mereka memasuki pesawat.
Tahun ini, jumlah jemaah calon haji Mubar tercatat sebanyak 19 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 12 perempuan. Jemaah tertua berusia 71 tahun asal Kecamatan Tiworo Selatan, sementara jemaah termuda merupakan perempuan berusia 33 tahun dari Kecamatan Maginti. Red





