BERITA TERKINIHEADLINE

Salut Antusias Ratusan Guru Bersihkan Teluk Kendari, Wamendagri: Bapak Saya Guru, Ibu Saya Guru!

×

Salut Antusias Ratusan Guru Bersihkan Teluk Kendari, Wamendagri: Bapak Saya Guru, Ibu Saya Guru!

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meladeni foto selfie bersama guru disela aksi bersih-bersih sampah di kawasan Anjungan Teluk Kendari, Jumat (29/5/2026).
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meladeni foto selfie bersama guru disela aksi bersih-bersih sampah di kawasan Anjungan Teluk Kendari, Jumat (29/5/2026).

LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus membuka kegiatan wisata pungut sampah yang merupakan bagian implementasi program Gerakan Indonesia Asri di kawasan Anjungan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (29/5). Pelibatan ratusan guru se-Kota Kendari turun langsung membersihkan tumpukan sampah di kawasan teluk dinilai sebagai terobosan jitu menyukseskan agenda nasional.

Aksi bersih-bersih yang dimotori para guru membuat Akhmad tersentuh. Apalagi, mantan Kapolda Jawa Barat itu mengaku besar dalam lingkungan orang tua yang keduanya berprofesi sebagai guru.

“Bapak saya guru, Ibu saya guru,” ucap Wamendari saat memimpin apel di Anjungan Teluk Kendari

Ia salut melihat tingginya antusias tenaga pengajar se-Kota Kendari yang sejak pagi ikut bergerak memungut tumpukan sampah di sekitar Teluk Kendari sehingga estetika kawasan wisata itu jadi lebih terawat.

“Kolaborasi adalah resep menyelesaikan apa pun, termasuk masalah kebersihan. Terima kasih kepada guru-guru. Bapak saya guru dan ibu saya guru. Mari sama-sama bersihkan Teluk Kendari dan buang sampah pada tempatnya,” ujar Akhmad Wiyagus.

Baca Juga :  Gotong Royong KARTANA, PMII & KONI, Amankan Jalan Sehat & Aksi Lingkungan di Kendari

Program Wisata Pungut Sampah, Akhmad Wiyagus tampak didampingi Wakil Gubernur Sultra Dr Hugua dan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman bergerak bersama ratusan guru tampak memunguti sampah plastik sekitar kawasan Anjungan Teluk Kendari.

Menurut Wamendagri, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar budaya hidup bersih bisa terbentuk secara berkelanjutan.

Ia menilai keterlibatan tenaga pendidik menjadi langkah strategis karena guru memiliki peran besar dalam membangun kesadaran lingkungan, baik kepada siswa maupun masyarakat luas.

Kehadiran Akhmad Wiyagus sendiri mendapat sambutan hangat dari para guru. Ia bahkan jadi rebutan para foto selfie bersama. Sesekali, Wamendagri tampak tak sungkan membantu memegang kamera ponsel para guru sambil memberi semangat atas kontribusi mereka dalam aksi bersih-bersih Teluk Kendari.

Baca Juga :  150 Mahasiswa Terima Beasiswa Sultra Cerdas, Gubernur Jelaskan Alasan Penerima Disetel Lewat Yayasan Bukan APBD

Akhmad Wiyagus menjelaskan Gerakan Indonesia Asri merupakan program nasional yang difokuskan untuk menekan polusi sampah di Indonesia. Ia menyebut pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar karena volume sampah nasional terus meningkat.

Pemerintah pusat, kata dia, juga telah menerbitkan surat edaran terkait penguatan gotong royong dalam penanganan sampah. Budaya bersih dinilai menjadi bagian penting menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat.

“Masalah sampah adalah masalah bersama. Karena itu pengelolaannya harus dilakukan secara terpadu dan dimulai dari lingkungan terkecil,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Dr Hugua mengatakan pelibatan guru dalam program Indonesia Asri dilakukan karena tenaga pendidik memiliki jangkauan luas hingga ke masyarakat desa maupun perkotaan.

“Guru mendidik siswa dan orang tua siswa. Maka pendekatan melalui bapak dan ibu guru ini sangat efektif untuk memperluas pendidikan soal kebersihan lingkungan,” kata Hugua.

Ia menjelaskan inti dari Gerakan Indonesia Asri adalah membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga.

Baca Juga :  Selain Blokir, Ini Cara Hentikan Telepon WhatsApp dari Orang Lain

“Sampah itu bukan urusan pemerintah semata, tetapi urusan keluarga. Sampah harus dipilah dari rumah. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah plastik ditempatkan di lokasi yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Usai mengikuti wisata pungut sampah di Anjungan Teluk Kendari, Akhmad Wiyagus bersama Wagub Sultra dan Wakil Wali Kota Kendari lanjut menghadiri pasar murah yang dipusatkan di Balai Kota Kendari.

Sebagai informasi, program Indonesia Asri di Anjungan Teluk Kendari dan pasar murah merupakan bagian dari rangkaian acara nasional Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 dimana Kota Kendari didapuk sebagai tuan rumah. Pada agenda tersebut, tiga menteri Kabinet Merah Putih dijadwalkan hadir, yakni Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x