LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr Hugua, menilai program pengolahan sampah menjadi energi listrik yang tengah didorong pemerintah pusat dapat menjadi terobosan besar dalam mengatasi persoalan sampah dan polusi plastik di Indonesia.
Hal itu disampaikan Hugua saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Sulawesi, Papua, dan Maluku (Sulampua) yang digelar di Kendari, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi persoalan di berbagai daerah, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi melalui energi listrik yang dihasilkan.
“Menurut saya luar biasa kecerdasan ini. Kalau bisa terjadi, maka saya kira persoalan sampah kita bisa selangkah lebih maju. Saya sangat mendukung dan mendorong program ini,” kata Hugua kepada awak media usai pembukaan Rakerwil APEKSI.
Mantan Bupati Wakatobi itu menilai inovasi pengolahan sampah menjadi listrik merupakan langkah strategis yang dapat menjawab dua persoalan sekaligus, yakni penanganan sampah dan penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Meski demikian, Hugua menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Sampah bukan hanya urusan pemerintah daerah atau masyarakat tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia menekankan aspek pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari pencemaran sampah.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah membiasakan masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak di lingkungan rumah tangga.
Menurut Hugua, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah akan memberikan dampak besar terhadap upaya pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kesadaran harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari rumah tangga. Masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah sejak awal. Kalau semua berjalan bersamaan, saya yakin Indonesia bisa menjadi negara yang bersih,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti




