LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, meninjau langsung progres pembangunan SMA Unggul Garuda yang berlokasi di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (5/6).
Saat kunjungan, Stella mengungkapkan pembangunan sekolah unggulan tersebut telah mencapai sekitar 60 persen dan masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, proses pembangunan sejauh ini tetap menunjukkan kemajuan positif meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari kondisi geoteknik lokasi yang cukup kompleks hingga kenaikan harga minyak dan bahan baku konstruksi.
“Untuk Sekolah Garuda di Konawe Selatan yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026-2027, seluruh komponen utama sudah dipersiapkan. Siswanya, gurunya, hingga kepala sekolah sudah dipilih dan sebagian hadir bersama saya hari ini,” kata Stella.
Ia menjelaskan, pekerjaan konstruksi yang tersisa saat ini mayoritas berada pada tahap penyelesaian atau finishing. Sementara itu, sejumlah bangunan penunjang juga menunjukkan progres signifikan.
Asrama putra, rumah guru, dan rumah kepala sekolah telah melampaui 60 persen penyelesaian. Bahkan, beberapa unit rumah guru telah mencapai sekitar 90 persen dan hampir siap digunakan.
Terkait penerimaan peserta didik, Stella menegaskan bahwa SMA Unggul Garuda menerapkan sistem seleksi yang berbeda dari sekolah pada umumnya. Seluruh proses seleksi dilakukan langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan hasilnya telah diumumkan beberapa pekan lalu.
Seleksi tidak menggunakan sistem zonasi. Penilaian dilakukan berdasarkan prestasi akademik serta sejumlah indikator pendukung lainnya, termasuk kondisi ekonomi keluarga dan wilayah asal calon siswa.
Peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan nilai tambah dalam proses seleksi. Hal serupa juga berlaku bagi siswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun wilayah kabupaten yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan berkualitas.
“Peserta yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu mendapatkan poin tambahan dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga mampu,” ujarnya.
Program Sekolah Garuda sendiri terdiri atas dua skema, yakni Sekolah Garuda Baru dan Sekolah Garuda Transformasi. Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga melakukan penguatan kualitas pada sekolah-sekolah yang telah ada melalui program transformasi.
Stella menyebutkan, pada tahun sebelumnya terdapat 12 Sekolah Garuda Transformasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 30 sekolah pada tahun ini sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan unggul di berbagai daerah.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sejumlah lulusan sekolah yang mengikuti program transformasi berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi dunia, seperti University of Oxford, University of California Berkeley, dan Northwestern University.
Menurut Stella, program ini menjadi terobosan penting karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki sekolah negeri dengan kualitas akademik tinggi yang juga memberikan pembiayaan penuh kepada peserta didiknya.
“Sehingga siswa-siswa kita dipersiapkan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dunia,” tutupnya.SEO Title: Wamen Stella Christie Tinjau SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan, Pembangunan Capai 60 Persen
Laporan: Ika Astuti




