LAJUR.CO, KENDARI – Pedagang tempe dan tahu di Pasar Mandonga, Kota Kendari, masih mempertahankan harga jual produknya meski harga kedelai impor sebagai bahan baku utama mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Harga kedelai impor di Pasar Mandonga saat ini terpantau mencapai Rp15 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp13 ribu per kilogram. Kendati harga kedelai merangkak naik, para pedagang belum melakukan penyesuaian harga tempe maupun tahu yang dijual kepada konsumen.
Salah seorang pedagang, Mahrani, mengatakan harga tempe masih berada pada kisaran normal meskipun biaya bahan baku meningkat.
“Kalau lagi mahal sekali dia harganya 3 biji Rp5 ribu. Tapi ini kita jual 4 biji Rp5 ribu jadi standar ji, tapi kalau lagi murah sekali bisa seribu satu,” ujar Mahrani, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan, tempe yang dijualnya dibanderol Rp5 ribu untuk empat potong ukuran kecil, sedangkan ukuran besar dijual Rp5 ribu per potong.
Tidak hanya tempe, harga tahu di Pasar Mandonga juga masih relatif stabil. Saat ini, tahu dijual Rp5 ribu untuk 15 potong.
“Kalau lagi mahal dia bisa 10 biji Rp5 ribu,” katanya.
Tempe dan tahu merupakan produk pangan yang berbahan dasar kedelai. Tempe dibuat melalui proses fermentasi biji kedelai menggunakan ragi khusus, sedangkan tahu diproduksi dari sari kedelai yang diendapkan hingga membentuk tekstur padat.
Sebagian besar perajin tempe dan tahu di Indonesia masih bergantung pada kedelai impor karena pasokan kedelai lokal belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara nasional. Selain jumlahnya yang lebih banyak, kedelai impor juga dinilai memiliki ukuran biji yang lebih seragam sehingga dianggap lebih sesuai untuk produksi tempe dan tahu.
Meski harga jual saat ini belum berubah, Mahrani mengaku kenaikan harga kedelai yang berlanjut berpotensi memengaruhi harga tempe dan tahu di masa mendatang.
Ia tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian harga apabila biaya produksi terus meningkat dan harga kedelai impor semakin mahal.
Laporan: Ika Astuti




