LAJUR.CO, KENDARI – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa penguatan literasi dan perlindungan konsumen menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan sektor keuangan yang sehat di daerah.
Pernyataan itu disampaikan seiring kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Sultra pada Triwulan I 2026 yang menunjukkan pertumbuhan stabil di berbagai lini.
Di sektor asuransi, premi tercatat mencapai Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,9 persen yoy, mencerminkan ketahanan industri di tengah dinamika ekonomi.
Sementara itu, industri perusahaan pembiayaan membukukan outstanding sebesar Rp6,90 triliun dengan pertumbuhan 2,9 persen yoy, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) terjaga di level 2,65 persen.
Pada sektor fintech lending, outstanding pinjaman mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,4 persen yoy, menunjukkan peningkatan adopsi layanan keuangan digital oleh masyarakat.
Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) juga masih berada di level terkendali sebesar 1,48 persen, menandakan risiko tetap terjaga.
Selain pertumbuhan industri, OJK Sultra juga mencatat penguatan edukasi keuangan dengan 40 kegiatan literasi yang menjangkau lebih dari 50.375 peserta di seluruh daerah.
Peserta edukasi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga petani dan nelayan.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
Bismi menegaskan, pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi agar ekosistem keuangan tetap inklusif dan aman.
“Literasi dan perlindungan konsumen menjadi fondasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak,” ujarnya. Adm




