BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Duruka Suguhkan Ragam Pangan Lokal di Festival Liangkobhori, Dari Umbi Rebus hingga Tumpeng Beras Muna

×

Duruka Suguhkan Ragam Pangan Lokal di Festival Liangkobhori, Dari Umbi Rebus hingga Tumpeng Beras Muna

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, MUNA – Beragam pangan lokal khas Pulau Muna menghiasi Festival Liangkobhori 2026 yang digelar di pelataran Gua Liangkobhori, Sabtu (11/7/2026). Puluhan dulang berisi makanan tradisional berjajar rapi menyambut para tamu yang menghadiri festival budaya tahunan tersebut.

Setiap kecamatan di Kabupaten Muna turut ambil bagian dengan menyajikan kuliner khas daerah masing-masing sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan pangan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satu yang menarik perhatian datang dari Kecamatan Duruka yang menghadirkan aneka sajian berbahan hasil bumi dan produksi masyarakat setempat.

Mulai dari umbi-umbian rebus, sayuran rebus, aneka kue tradisional, hingga tumpeng berbahan beras Muna tersaji di atas dulang tradisional. Beragam hidangan tersebut tidak hanya mencerminkan kekayaan kuliner khas Muna, tetapi juga memperlihatkan potensi pangan lokal yang dimiliki desa-desa di Kecamatan Duruka.

Baca Juga :  BWS Sebut Fenomena Banjir Lumpur 'Coklat' Kota Kendari Dipicu Hutan di Hulu yang Habis

Camat Duruka, Rosdiah, mengatakan menu yang disajikan didominasi pangan lokal yang selama ini menjadi konsumsi masyarakat. Selain umbi-umbian dan sayuran rebus, pihaknya juga membawa berbagai jajanan tradisional seperti onde-onde, sirkaya, lapa-lapa, cucur, pisang goreng, hingga waje.

“Menu yang kami sajikan hari ini didominasi umbi-umbian yang direbus, termasuk sayur-sayuran rebus. Kemudian ada dulang yang berisi berbagai macam makanan seperti onde-onde, sirkaya, lapa-lapa, cucur, pisang goreng, dan waje,” ujar Rosdiah kepada Lajur.co di sela kegiatan.

Tak hanya jajanan tradisional, Duruka juga menyajikan tumpeng berbahan beras Muna yang dipadukan dengan olahan telur hasil produksi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Lasunapa. Sementara sayuran yang melengkapi hidangan tersebut berasal dari Desa Ghonsume dan Desa Banggai.

Baca Juga :  Tragis! Kapal Rute Buton Tengah–Kupang Tenggelam, Tiga Penumpang Terombang-Ambing di Tengah Laut

Menurut Rosdiah, keikutsertaan Kecamatan Duruka dalam Festival Liangkobhori menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pangan lokal sekaligus hasil produksi masyarakat desa kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Ia berharap promosi potensi daerah tidak hanya dilakukan melalui Festival Liangkobhori, tetapi juga dapat diperluas melalui penyelenggaraan kegiatan serupa di destinasi wisata lain di Kabupaten Muna.

“Harapan kami, bukan hanya Festival Liangkobhori yang menjadi ajang memperkenalkan potensi daerah. Mudah-mudahan ke depan ada kegiatan serupa di tempat lain, termasuk di kawasan Gua Anangkabili yang saat ini mulai dikembangkan,” katanya.

Beberapa bulan terakhir, nama Liangkobhori menyedot perhatian dunia setelah lukisan cadas yang terdapat di dalam gua tersebut dinyatakan sebagai seni cadas figuratif tertua di dunia.

Baca Juga :  Aturan Baru Ecommerce Berlaku di TikTok-Shopee Mulai 1 Juli

Rosdiah berharap Liangkobhori yang semakin terkenal dapat mendorong dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk pengembangan kawasan wisata tersebut. Menurutnya, salah satu fasilitas yang masih perlu mendapat perhatian ialah area parkir yang dinilai belum memadai untuk menampung kendaraan pengunjung.

Festival Liangkobhori 2026 berlangsung pada 11–14 Juli di pelataran Gua Liangkobhori. Festival yang dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dan Bupati Muna Bachrun Labuta itu dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya khas Muna, seperti Linda, Modero, De Tunuha, Pogolu, dan Ewa Wuna. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x