BERITA TERKINIHEADLINE

Doa Gus Salam & Nahdliyin Sultra Berbuah Manis, Jombang Ditetapkan Tuan Rumah Muktamar PBNU

×

Doa Gus Salam & Nahdliyin Sultra Berbuah Manis, Jombang Ditetapkan Tuan Rumah Muktamar PBNU

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kunjungan silaturahmi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, ke Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadirkan momen yang dinilai penuh makna. Di saat Gus Salam memimpin doa bersama jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sultra di Kendari, rapat harian Syuriah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta secara bersamaan menetapkan lokasi pelaksanaan Muktamar PBNU ke-35.

Pertemuan yang digelar, Selasa (7/7/2026), ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Salam didampingi Ketua PWNU Sultra, KH Muslim. Doa dipanjatkan sekitar pukul 22.30 WITA, bertepatan dengan berlangsungnya rapat khusus PBNU di Jakarta yang membahas lokasi dan jadwal muktamar.

Sebelum doa dimulai, Gus Salam mengajak para kiai dan pengurus NU di Sultra memohon kepada Allah SWT agar rapat tersebut menghasilkan keputusan terbaik.

“Jika malam ini terjadi keputusan lokasi Muktamar, maka Surah Al-Fatihah yang para kiai kirimkan malam ini diijabah oleh Allah SWT,” ujar Gus Salam.

Tak lama setelah doa bersama berlangsung, rapat PBNU yang sebelumnya sempat mengalami kebuntuan akhirnya menghasilkan keputusan penting. Muktamar PBNU ke-35 resmi ditetapkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Pelaksanaannya juga diundur menjadi 27–31 Agustus 2026.

Baca Juga :  Jangan Sepelekan! Konsumsi Makanan Ini Setiap Hari Bisa Picu Otak Rusak

Keputusan tersebut menjadi perhatian tersendiri lantaran Jombang merupakan kampung halaman Gus Salam. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar itu dikenal sebagai cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Jombang. Ia pun kini menjadi salah satu kandidat kuat dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU.

Kunjungan Gus Salam ke Kendari merupakan bagian dari rangkaian safari silaturahmi menjelang Muktamar PBNU. Sultra menjadi provinsi ke-19 yang dikunjunginya selama masa sosialisasi pencalonan.

Selama berada di Kendari, Gus Salam mengikuti sejumlah agenda, mulai dari dialog bersama warga Nahdliyin, bedah buku, sosialisasi gagasan perubahan, hingga mengunjungi Ponpes Ulumul Quran dan nobar bersama para santri.

Saat dialog bertajuk “Menjaga Langit Pesantren: Dari Tradisi Menuju Peradaban” bersama pengurus PCNU dan PWNU se-Sultra, Gus Salam menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pengurus NU di Sultra yang dinilainya tetap menjaga kekompakan organisasi dan terus hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengurus NU di daerah memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi organisasi sekaligus memastikan manfaat NU benar-benar dirasakan umat.

“Beliau-beliau adalah pejuang-pejuang NU di daerah yang tetap kompak dan terus berjuang di tengah masyarakat untuk menunjukkan bahwa NU telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Taman Nasional Wakatobi Buka Suara soal Viral Kapal Pembawa Turis Prancis Dicegat di Lokasi Selam Tomia

Dialog yang berlangsung bersama jajaran PWNU dan PCNU se-Sultra, lanjut Gus Salam, menghasilkan sejumlah kesamaan pandangan. Salah satu poin utama yang mengemuka adalah pentingnya menjaga persatuan serta memperkuat tata kelola organisasi yang lebih modern.

Ia menilai PBNU ke depan harus dibangun dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Menurutnya, seluruh cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila setiap pengurus memiliki integritas yang kuat.

“Integritas adalah fondasi yang paling utama untuk menuju organisasi ini menjadi organisasi yang transparan, akuntabel, terjaga, dan profesional. Itu hasil dialog kami tadi,” ujarnya.

Apabila mendapat amanah sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Salam memastikan akan membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi dari seluruh wilayah, termasuk Sultra.

Ia menegaskan penyusunan kepengurusan PBNU nantinya akan mengutamakan integritas dan kompetensi, bukan sekadar kedekatan personal.

“Selama yang diusulkan oleh pengurus PWNU Sultra adalah orang yang berintegritas, apalagi ditambah kompetensi, pasti akan kita rekrut. Karena hari ini kita membutuhkan orang-orang seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Sultra, KH Muslim, menyambut baik kehadiran para kandidat Ketua Umum PBNU yang mulai bersilaturahmi ke berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta muktamar untuk mengenal langsung visi, gagasan, serta program yang ditawarkan masing-masing calon.

Baca Juga :  Gus Salam Hadir di Sultra Jelang Muktamar PBNU, Siap Tampil Bawa Gagasan Perubahan

“Supaya nanti dalam muktamar itu para peserta sudah tahu. Mereka tidak memilih seperti membeli kucing dalam karung, tetapi bisa mendengar langsung visi dan gagasan yang dibawa setiap calon,” katanya.

Ia menambahkan, forum silaturahmi semacam ini juga menjadi ruang membangun sinergi antara aspirasi pengurus wilayah dan cabang dengan arah kebijakan PBNU di masa mendatang.

“Jadi sesungguhnya kehadirannya membawa makna yang besar, yakni memperkuat sinergi antara pengurus besar dengan pengurus-pengurus cabang yang ada di daerah,” ujarnya.

Pada Muktamar PBNU ke-35 mendatang, Sultra memiliki 17 suara. Jumlah tersebut berkurang dari sebelumnya 18 suara setelah PCNU Baubau tidak lagi memiliki Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang masih berlaku.

Selain Gus Salam, sejumlah tokoh diperkirakan akan meramaikan bursa pemilihan Ketua Umum PBNU. Di antaranya petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, serta KH Zulfa Mustofa.

Laporan : Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x