LAJUR.CO, KENDARI – Perlahan, kebiasaan masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam bertransaksi mulai bergeser. Pembayaran yang sebelumnya identik dengan uang tunai kini semakin mudah dilakukan hanya dengan memindai satu kode.
Perubahan pola transaksi turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi sekaligus masuk lebih jauh ke dalam ekosistem ekonomi digital.
Tiga tahun sejak sosialisasi dan penerapan QRIS semakin digencarkan di Sultra, penggunaan standar pembayaran berbasis kode QR dari Bank Indonesia (BI) terus meluas. Hingga Triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sultra telah menembus sekitar 350 ribu pengguna, tumbuh 23,20 persen secara tahunan (year on year/yoy). Data tersebut disampaikan BI Sultra saat Grand Opening Sultra Maimo 2026 di The Park Kendari.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah pengguna. Hingga Triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di Sultra telah mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha, tumbuh 28,49 persen (yoy).
Sementara volume transaksi QRIS tercatat mencapai 5,23 juta transaksi. Perkembangan ini menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk dalam transaksi pelaku UMKM.
Secara nasional, QRIS pertama kali diluncurkan BI pada 17 Agustus 2019 di Jakarta. Standar pembayaran berbasis kode QR tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem pembayaran nasional untuk mendorong transaksi yang lebih praktis dan efisien sekaligus memperluas inklusi keuangan. Di Sultra, sosialisasi dan penerapan QRIS semakin digencarkan sejak 2023, salah satunya ditandai dengan pembukaan Pojok QRIS di Pasar Lapulu Kendari pada September 2023.
Penguatan ekosistem pembayaran digital di Sultra kemudian berlanjut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Pada Oktober 2023, Bank Sultra memperkenalkan fitur QRIS pada layanan Bank Sultra Mobile sebagai bagian dari upaya mendorong transaksi nontunai di daerah. Bank Sultra menyebut fitur tersebut telah mendapat otorisasi BI pada September 2023.
Perluasan penggunaan QRIS mendapat apresiasi dari Gubernur Sultra Andi Sumangerukka yang hadir membuka secara resmi event Sultra Maimo 2026. Menurut ASR, digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi UMKM agar dapat mengikuti perkembangan pola transaksi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan usahanya. Ia mengapresiasi langkah BI yang gencar memperluas penggunaan pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM.
“267 ribu pelaku usaha gunakan QRIS, tumbuh 28,49 persen (yoy), dengan volume transaksi leboh 5 juta, artinya transformasi digital berkembang baik,” ucap ASR.
Dari sisi BI, Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi mengatakan pertumbuhan QRIS tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan metode pembayaran. Digitalisasi transaksi, menurut dia, menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
“Sultra Maimo bukan sekadar festival tahunan, tetapi sebuah gerakan untuk membangun ekosistem UMKM yang saling terhubung dari hulu hingga hilir,” kata Edwin.
Edwin menilai pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas hingga media. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, membuka akses pembiayaan, memperluas digitalisasi, sekaligus mendorong produk UMKM menjangkau pasar yang lebih luas. Bagi pelaku usaha, penggunaan QRIS juga tidak sekadar memberikan kemudahan kepada konsumen, tetapi membantu menciptakan pencatatan transaksi yang lebih tertib, transparan, dan efisien.
Pencatatan secara digital itu dapat menjadi pijakan bagi pelaku UMKM untuk membaca pola penjualan sekaligus menyusun strategi pengembangan bisnis. Penguatan digitalisasi itu turut diterapkan dalam Sultra Maimo 2026 yang berlangsung di The Park Kendari pada 2-9 Agustus 2026.
Seluruh tenant dan pelaku UMKM yang berpartisipasi didorong menggunakan QRIS dalam transaksi, sehingga festival tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperluas kebiasaan pembayaran nontunai di kalangan masyarakat.
Upaya memperluas penggunaan QRIS tidak berhenti pada Sultra Maimo 2026. BI Sultra dijadwalkan menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) pada Agustus 2026 melalui edukasi, sosialisasi, dan pengenalan pembayaran digital kepada masyarakat serta pelaku usaha. Adm



