LAJUR.CO, KENDARI – Menjadi mahasiswa berprestasi tidak selalu berarti harus membatasi diri dari berbagai aktivitas di luar kampus. Bagi Nur Hikmah, kunci utamanya justru terletak pada kemampuan menentukan prioritas dan mengatur waktu.
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) asal Kabupaten Kolaka itu berhasil menyelesaikan studi dengan predikat wisudawan terbaik periode 7.
Nur Hikmah meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dengan masa studi 3 tahun 11 bulan.
Prestasi tersebut diraih di tengah kesibukannya mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, mulai dari Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Duta Bahasa, hingga Duta Muslimah Preneur.
Nur Hikmah mengatakan, menjadi lulusan terbaik merupakan salah satu target yang sudah ia tanamkan sejak awal menempuh pendidikan di UHO.
Karena itu, pada semester-semester awal ia memilih untuk lebih fokus menyelesaikan berbagai mata kuliah dan membangun fondasi akademik yang kuat.
Setelah beban mata kuliah mulai berkurang, terutama memasuki semester lima dan seterusnya, Nur Hikmah mulai lebih aktif mengikuti kegiatan di luar perkuliahan.
“Dari awal saya memang pernah memanifestasi menjadi seorang lulusan terbaik saat masuk kuliah. Tips dari saya itu, pada saat awal semester kita memang harus fokus ke mata kuliah dulu. Kemudian setelah mata kuliahnya sedikit, kita bisa lanjut dengan kegiatan-kegiatan di luar perkuliahan,” ujarnya usai diwisuda, Sabtu (22/8/2026).
Salah satu pengalaman yang memperkaya perjalanan akademik dan pengembangan dirinya adalah ketika mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 pada 2023.
Melalui program tersebut, Nur Hikmah mendapat kesempatan mengikuti kegiatan perkuliahan dan berbagai aktivitas di Palembang, Sumatera Selatan.
Sepulang dari Palembang, ia kembali aktif mengembangkan kemampuan dan pengalamannya dengan mengikuti pemilihan Duta Bahasa.
Upayanya membuahkan hasil. Nur Hikmah berhasil meraih posisi terbaik ketiga dalam ajang Duta Bahasa 2024.
Tidak berhenti di sana, setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Duta Bahasa, ia kembali membawa nama Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam ajang Duta Muslimah Preneur 2026 di Jakarta.
Di sela berbagai aktivitas tersebut, Nur Hikmah juga aktif sebagai pembawa acara (MC) dan moderator dalam sejumlah kegiatan formal maupun nonformal.
Ia tergabung dalam salah satu event organizer (EO) di Kota Kendari yang membuat aktivitasnya semakin beragam.
Menurut Nur Hikmah, salah satu tantangan terbesar selama menjalani masa perkuliahan adalah membagi waktu antara kegiatan akademik dan aktivitas di luar kampus.
Ia menyadari, banyaknya kegiatan yang diikuti harus diimbangi dengan kemampuan mengatur waktu agar tidak mengganggu kewajiban sebagai mahasiswa.
“Jadi di sini kita benar-benar harus bisa memanage waktu, dalam segi kegiatan yang ada di perkuliahan maupun juga di luar perkuliahan,” ungkapnya.
Bagi Nur Hikmah, pengalaman mengikuti berbagai kegiatan selama kuliah bukan sekadar untuk menambah aktivitas di luar kelas. Berbagai pengalaman tersebut menjadi ruang untuk mengasah kemampuan komunikasi, memperluas jaringan, sekaligus membentuk kepercayaan diri.
Setelah resmi menyandang gelar sarjana dari UHO, Nur Hikmah belum ingin berhenti belajar.
Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, perempuan berhijab tersebut menargetkan dapat melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi di Pulau Jawa.
“Setelah saya selesai kuliah tentunya saya masih mempunyai niat untuk melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi, karena saya percaya bahwa pendidikan itu dapat mengubah nasib seseorang,” ungkapnya.
Perjalanan Nur Hikmah menjadi wisudawan terbaik UHO dengan IPK 3,95 menunjukkan bahwa prestasi akademik dan aktivitas nonakademik dapat berjalan beriringan selama dikelola dengan baik.
Laporan: Ika Astuti



