BERITA TERKINIHEADLINE

Terbelit Masalah Ekonomi, Libethy Tak Menyangka Sandang Gelar Wisudawan Terbaik UHO

×

Terbelit Masalah Ekonomi, Libethy Tak Menyangka Sandang Gelar Wisudawan Terbaik UHO

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Setiap gelar yang diraih mahasiswa menyimpan cerita perjuangan yang berbeda. Bagi Libethy Mendila Tappo, perjalanan menuju hari wisuda di Universitas Halu Oleo (UHO) tak hanya diwarnai aktivitas perkuliahan, tetapi juga tantangan keluarga dan persoalan ekonomi yang harus ia lewati.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Libethy justru mampu menorehkan prestasi akademik. Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UHO itu dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,91 setelah menuntaskan pendidikan S1 dalam waktu empat tahun.

Libethy meraih predikat tersebut pada Wisuda Periode VIII Tahun 2026 UHO. Pencapaian itu sekaligus menjadi kejutan bagi perempuan kelahiran Samarinda tersebut.

Baca Juga :  Dukung Konservasi Lingkungan, KKN Tematik UHO Latih Warga Kondoano Olah Limbah Organik Jadi Eco Enzyme

Ia mengaku tidak pernah menyangka namanya akan diumumkan sebagai salah satu wisudawan terbaik. Bahkan, capaian dengan IPK 3,91 tersebut tidak membuatnya sejak awal yakin bakal menyandang predikat itu.

“Perasaan saya sebenarnya cukup kaget, karena waktu pertama kali diumumkan saya tidak menyangka dengan IPK seperti demikian bisa menjadi wisudawan terbaik,” ujar Libethy kepada awak media usai dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik, Sabtu (22/8/2026).

Di balik prestasi akademiknya, Libethy mengaku harus menghadapi sejumlah tantangan selama menjalani masa kuliah. Persoalan keluarga dan kondisi ekonomi menjadi bagian dari perjalanan yang harus ia hadapi hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

“Tantangannya sebenarnya cukup banyak dari masalah keluarga, juga masalah ekonomi, tapi puji Tuhan semuanya bisa terlalui dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  UGM, Indosat, NVIDIA, dan Kemkomdigi Resmikan Pusat Riset AI Pertama di Indonesia

Bagi Libethy, predikat wisudawan terbaik bukan berarti dirinya lebih unggul dibandingkan mahasiswa lain. Ia melihat setiap mahasiswa memiliki proses, perjuangan, serta pencapaian yang berbeda.

Karena itu, ia berpesan kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama kuliah.

Menurutnya, konsistensi menjadi salah satu kunci untuk menyelesaikan studi. Mahasiswa perlu disiplin mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, serta tidak menunda penyusunan skripsi.

“Kalau tipsnya, jangan ada mata kuliah yang tertunda, kemudian rajin masuk kelas dan rajin mengerjakan tugas. Rajin-rajin mengerjakan skripsi, karena skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai,” ungkapnya.

Baca Juga :  HPAL Sambalagi Perkuat Rantai Pasok Baterai EV Global, Rosan: Ini Standar Baru Hilirisasi!

Setelah meraih gelar sarjana dari FKM UHO, Libethy belum berencana langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Ia memilih mencari pekerjaan terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman sekaligus mempersiapkan biaya sebelum kembali melanjutkan pendidikan.

“Mungkin mau kerja dulu, mau cari pekerjaan, setelah itu melanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri,” ujar Libethy.

Perjalanan Libethy menjadi wisudawan terbaik UHO menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan persoalan keluarga tidak menyurutkan langkahnya menyelesaikan pendidikan. Dengan IPK 3,91, ia menutup perjalanan S1 selama empat tahun dengan sebuah pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia sangka.

Laporan: Ika Astuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *