BERITA TERKINIHEADLINE

Terancam Gagal Panen, 32 Hektare Sawah di Amohalo Kendari Alami Kekeringan Parah Akibat Kemarau Panjang

×

Terancam Gagal Panen, 32 Hektare Sawah di Amohalo Kendari Alami Kekeringan Parah Akibat Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kemarau panjang mulai memukul sektor pertanian di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Minimnya pasokan air membuat kondisi sejumlah lahan persawahan kian memprihatinkan, termasuk di kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, yang kini menghadapi ancaman kekeringan parah dan potensi gagal panen.

Dinas Pertanian Kota Kendari mencatat 32 hektare sawah di Amohalo terdampak kekeringan dan membutuhkan penanganan segera. Luasan tersebut meningkat dari sebelumnya sekitar 25 hektare setelah dilakukan pemantauan terbaru bersama para penyuluh pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin meluas. Koordinasi dilakukan dengan Balai perwakilan Kementerian Pertanian (BRMP) Sultra untuk membahas kebutuhan penanganan di kawasan persawahan Amohalo.

Koordinasi tersebut kemudian diteruskan ke Kementerian Pertanian (Kementan) di tingkat pusat guna memperoleh dukungan penanganan, terutama untuk kebutuhan jangka panjang seperti pembangunan dan pembenahan saluran pengairan serta penambahan pompa air.

Baca Juga :  Belajar Matematika Lebih Seru, Telkomsel Kenalkan Paket Sacred Octagon

“Langsung melakukan koordinasi ke Kementan pusat, berupa bantuan untuk penanganan jangka panjang saluran, pembangunan saluran, numbung, dan bantuan pompa air lagi,” kata Imran, Rabu (26/8/2026).

Sementara menunggu dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyiapkan langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan air di area persawahan.

Sebanyak tiga unit pompa air berukuran 6 inci akan diturunkan ke kawasan Amohalo. Bantuan tersebut merupakan atensi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air selama kemarau panjang.

Pompa tersebut akan digunakan untuk menyedot air dari Sungai Wanggu yang menjadi sumber air paling memungkinkan saat ini. Sebab, sumber air lainnya di sekitar kawasan persawahan dinilai sudah tidak memadai.

Baca Juga :  Safari Wakil Menteri Dikdasmen ke Wakatobi, Ingin Anak Pesisir Suku Bajo Nikmati Pendidikan Bermutu

“Karena sudah tidak ada sumber air yang lain yang memadai dengan Sungai Wanggu sekarang,” ujarnya.

Sungai Wanggu berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari area persawahan Amohalo. Meski relatif dekat, proses pengambilan air membutuhkan pompa berkapasitas besar agar penyedotan dan penyaluran air dapat dilakukan secara maksimal.

Air yang diambil dari Sungai Wanggu nantinya dialirkan menuju jaringan irigasi dan saluran air yang telah tersedia di kawasan persawahan. Skema tersebut diharapkan dapat membantu mendistribusikan air hingga ke lahan yang berada lebih jauh dari titik pengambilan.

“Jadi penyedotan dari Sungai Wanggu kita alirkan ke jaringan irigasi yang ada, saluran-saluran air yang ada. Jadi akan mencakup air ke persawahan-persawahan yang lebih jauh ke dalam,” ungkap Imran.

Baca Juga :  Jadwal Menteri Belum Pasti, Pilrek UHO Masih Tunggu Tahap Wawancara Tiga Kandidat

Langkah tersebut menjadi upaya darurat pemerintah untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman padi di tengah kemarau yang berkepanjangan. Pasokan air yang cukup diharapkan dapat mencegah tanaman mengalami kerusakan lebih parah dan mempertahankan peluang petani untuk memanen hasil sawahnya.

Selain penanganan sementara, Pemkot Kendari juga mengupayakan solusi jangka panjang melalui dukungan Kementan. Pembangunan serta pembenahan saluran pengairan diharapkan dapat memperkuat sistem irigasi sehingga kawasan persawahan Amohalo tidak terus mengalami persoalan serupa saat musim kemarau.

Dengan luas lahan terdampak yang kini mencapai 32 hektare, percepatan penanganan menjadi penting untuk mencegah kekeringan meluas dan menekan risiko gagal panen yang dapat merugikan petani.

Laporan: Ika Astuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *