LAJUR.CO, KENDARI – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) masih belum bisa berlanjut ke tahap akhir. Agenda penentuan rektor definitif kini menunggu kepastian jadwal dari Menteri untuk pelaksanaan wawancara tiga kandidat terpilih.
Ketua Senat UHO, Prof. Dr. H. Jamili, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan resmi agar Menteri berkenan melanjutkan tahapan Pilrek. Namun hingga kini, waktu pelaksanaannya masih belum ditetapkan.
“Perkembangan saat ini permohonan kesediaan mengundang Menteri sudah kami sampaikan. Dari senat sudah diantar ke sana. Tetapi semua itu diserahkan ke waktunya Menteri,” ujar Jamili kepada awak media, Rabu (19/8/2026).
Menurut Jamili, Kementerian saat ini tengah disibukkan dengan agenda serupa di banyak perguruan tinggi. Tercatat sekitar 12 kampus di Indonesia juga sedang menjalani proses pemilihan rektor secara bersamaan.
Ia menegaskan, seluruh tahapan yang menjadi kewenangan Senat UHO telah tuntas. Tahap selanjutnya kini sepenuhnya berada di tangan kementerian, khususnya untuk mengagendakan wawancara terhadap tiga calon rektor.
“Setelah tiga besar itu sudah menjadi kewenangan kementerian untuk menentukan waktunya kapan,” jelasnya.
Sebelumnya, tiga nama calon rektor UHO telah ditetapkan berdasarkan hasil pemungutan suara senat. Prof. Ida Usman meraih suara tertinggi dengan raihan 15 suara. Disusul Prof. Takdir Saili dengan perolehan 11 suara. Terakhir Dr. Herman dengan akumulasi 10 suara.
Pada jadwal awal, Pilrek UHO ditargetkan sudah menghasilkan rektor baru paling lambat 25 Agustus 2026. Namun, Jamili menegaskan batas waktu tersebut berkaitan dengan masa tugas Pelaksana Tugas (Plt) rektor sebelumnya, yakni Dr. Herman.
Saat ini, posisi Plt Rektor UHO telah berganti. Prof. Khairul Munadi resmi ditunjuk menggantikan Dr. Herman dan mulai bertugas sejak 15 Agustus 2026.
Khairul akan menjalankan mandat sebagai Plt Rektor selama enam bulan, hingga Desember 2026.
“Itu Plt yang lama, sekarang kan ada Plt baru. Itu ditugasi enam bulan sejak 15 Agustus yang kemarin, itu sampai Desember,” kata Jamili.
Ia menegaskan, pergantian Plt tersebut tidak memengaruhi jalannya Pilrek. Proses pemilihan rektor definitif tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Jamili pun berharap agenda kementerian segera longgar agar tahapan wawancara bisa segera digelar di Kendari.
“Mudah-mudahan karena dari tahapan awalnya kan sudah tidak ada masalah. Sehingga mudah-mudahan segera setelah kesibukan Menteri bisa berkurang, segera datang ke Kendari,” ujarnya.
Laporan: Ika Astuti



