SULTRABERITA.ID, KENDARI – Belum tuntas teror virus Corona TKA China, satu masalah baru timbul di Kawasan Mega Industri Morosi Kabupaten Konawe.
Aksi unjuk rasa antar massa PT ABE (Andalniaga Boemih Energy) dan PT KKP (Konawe Putra Propertindo) terjadi Rabu 29 Januari 2020 di area smelter tambang terbesar itu. Demonstrasi Konsorsium Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu dan Karyawan PT ABE berlangsung di area Kantor PT VDNI ini berakhir ricuh.
BACA JUGA :
- Bulog Sultra – UM Kendari Jalankan Program Campuspreneur, Cetak Wirausaha Muda
- Kafilah Muna Barat Raih Peringkat Ketujuh di MTQ Sultra 2026, Kabag Kesra : Tetap Belajar dan Belajar
- Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci
- Pulang dari Tanah Suci, 19 Jemaah Haji Asal Muna Barat Disambut Haru Keluarga di Masjid Al Muhajirin
- Envicare GenBI UHO: Dari Edukasi Hingga Galang Aksi Nyata Tanam Mangrove di Nambo
Satu orang pengunjuk rasa dilaporkan mengalami luka dalam aksi tersebut. Tak hanya itu saja, satu unit excavator milik PT Virtue Dragon Nickel Industri turut menjadi korban amukan massa.
Dalam aksinya, ratusan massa dari PT ABE mendesak PT. Konawe Putra Propertindo (KPP) untuk segera melakukan pembayaran utang pembuatan jalan hauling dan jembatan. Jalan hauling (hauling road) itu sendiri kini dikuasai PT VDNI.
Pantauan awak media, Wakil Kapolres Konawe, Kompol Jajang Kiswara, A.Md tampil memediasi huru hara di kawasan tambang itu. Sayang, upaya tersebut gagal.
Massa lantas menutup jalan hauling. Tak pelak, terjadi aksi saling lempar batu dan balok kayu antara pengunjuk rasa dengan karyawan PT VDNI.
Tidak lama berselang, aparat polisi menembakkan gas air mata. Pihak kepolisian dibantu TNI berupaya melerai dua kelompok massa yang saling serang.
Menurut Jenderal Lapangan (Jenlap) aksi, Abdul Samad, unjuk rasa menuntut agar PT KKP segera melunasi utang Rp 14 miliar atas pembangunan jalan hauling dan jembatan pada PT ABE.
Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Muh Nur Akbar membenarkan chaos terjadi di Morosi.
“Tidak ada korban jiwa tapi satu alat berat milik PT Khadapi Putra Mandiri dibawa pengunjuk rasa untuk pemalangan jalan yang dirusak. Satu orang lagi pengunjuk rasa dikeroyok oleh karyawan PT VDNI. Itu sudah diamankan di Polres,” ujar mantan Kapolres Konawe itu. Adm




