SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sebuah kapal berpenumpang dikabarkan mati mesin setelah dihantam ombak di Perairan Malaoge Kabupaten Buton, Minggu 5 Juli 2020.
Kepala Basarnas Kendari, Arif Sofingi, menyatakan informasi itu disampaikan langsung salah seorang awak kapal naas pada Comm Centre Basarnas Kendari.
BACA JUGA :

- Safari Ramadan Hugua di Konawe: Sampaikan Ucapan HUT ke Bupati Yusran, Ikuti Salat Tarwih di Masjid Al Muhajrin
- Isi Surat Edaran THR 2026 Lengkap, Ini Ketentuan Resminya
- Pemprov Sultra – Rare Indonesia Siapkan Satgas Gaet Nelayan Awasi Pesisir, Pergub 21/2025 Jadi Payung Hukum
- Setahun Pimpin Kota Lulo, Siska–Sudirman Pamer Capaian & Ambisi di Kancah Global
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Santuni 30 Anak Panti Asuhan di Kendari
“Pada pukul 15.20 Wita Comm Centre Basarnas Kendari menerima informasi dari Bapak Guntur salah seorang penumpang kapal yang melaporkan bahwa sebuah kapal Guide DCDC mengalami mati mesin di Perairan Malaoge Kab Buton akibat hantaman ombak dan kemasukan air,” jelasnya.
Kapal tersebut diketahui memuat lima orang penumpang yakni Guntur (laki-laki), Anto (laki-laki), Azis (laki-laki), Juliono (laki-laki) dan Yuli (perempuan).
Sekitar pukul 15.30 WITA, Tim Rescue Pos SAR Wakatobi langsung meluncur ke lokasi kecelakaan.
“Jarak antara lokasi kecelakaan dengan Pos SAR Wakatobi sekitar 18 NM. Kondisi cuaca mendung,
Arah angin Timur – Tenggara,
Kecepatan angin 2 – 25 Knot, Tinggi gelombang 2,5 – 4 meter,” urainya.
Sejauh ini, belum ada kabar bagaimana kondisi penumpang termasuk kapal pasca insiden naas tersebut. Adm





