SULTRABERITA.ID, KENDARI – Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdurahman Saleh (ARS) menilai profesi jurnalis sangat rentan mendapat kekerasan saat melakukan kegiatan peliputan. Inilah mengapa ia mengimbau pemilik perusahaan memberi proteksi khusus pada jurnalis lewat kepesertaan BPJS.
Ia berharap agar bos media tergerak ikut mendaftarkan seluruh jurnalisnya sebagai peserta BPJS demi menjamin kerja jurnalis di lapangan.
BACA JUGA :
- Detik-Detik Ridwan Bae & Gubernur ASR Saling Peluk saat Pelantikan Golkar Sultra di Kolaka
- Sultra Masuk 4 Provinsi Penerima Satya JKN Awards 2026, Total Kepesertaan Nasional 284,89 Juta Jiwa
- Lanjutkan Estafet Rektor UHO, Prof Takdir Saili Siapkan Fakultas Khusus Mineral & Pertambangan
- Pulang Kampung ke Jakarta, Khairul Munadi Bilang Bakal Rindu Sayur Pakis Khas Sultra
- Binaan Vale di Kolaka Beralih ke Padi Organik, Ketergantungan Pestisida Menurun
Hal itu disampaikan politisi PAN tersebut saat launching BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Claro Kendari, Selasa 10 Desember 2019
“Sangat riskan sekali mengalami kecelakaan saat bertugas di lapangan. Banyak yang belum tentu mendapat perlindungan dari kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua. Semoga banyak yang didaftarkan ke BPJS,” papar ARS.
Profesi wartawan dan anggota dewan, kata ARS punya tingkat risiko sama. Sudah sewajarnya diberi perlindungan lewat kepesertaan BPJS.
Khusus DPRD Sultra sendiri, kata ARS seluruh anggotanya telah dibekali kepemilikan BPJS.
“Dengan menjadi peserta kita bisa menghindari dan memperkecil risiko. Wartawan dan dewan itu kerjaan yang sama-sama berisiko,” sambungnya.
Sebagai informasi, saat launching BPJS Ketenagakerjaan Abdulrahman Shaleh tampil mewakili Legislatif Sultra menerima kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ia berharap seluruh lembaga atau perusahaan di Sultra tergerak dan menyadari pentingnya menjadi peserta BPJS. Adi.





