
SULTRABERITA.ID, KENDARI – PT Garuda Indonesia Airways (GIA) Branch Office Kendari membukukan catatan performa sangat memuaskan dalam layanan ‘On Time Performace’ (OTP) pada periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).
BACA JUGA :
- DSN-MUI Usul Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung, Bukan Lagi Tax Deduction
- Menkomdigi Imbau Warga RI Cek Biometrik Walau Tak Beli Nomor HP Baru
- Masyarakat Adat Tamalaki & PT Vale Satu Suara, Jaga Keberlanjutan Sosial-Ekonomi di Bumi Mekongga
- Koperasi GEMA Hadir di SMA 2 Kendari, Bekali Siswa Pengetahuan Perkoperasian
- 20 Calon PMI Sultra Ikuti Interview Kerja Sawit Malaysia, PT Nusa Sinar Makmur Gandeng BP3MI Pastikan Prosedur Legal
Branch Manager PT GIA Kendari, Syaiful Bahri menyatakan persentase ketepatan waktu flight pesawat Garuda mencapai angka 97 persen.
Persentase OTP sendiri mendiskrispsikan tingkat ketepatan waktu (on time) layanan penerbangan sebuah perusahaan maskapai.
Dari 33 flight Nataru dilayani oleh maskapai plat merah itu selang Nataru, kata Syaiful, hanya satu flight dilaporkan mengalami ‘delay‘ pada periode 20 December 2019 – 6 Januari 2020.
“OTP Garuda Kendari di periode Nataru 20 December 2019 – 06 Januari 2020 kinerjanya sangat bagus, mencapai OTP 97% dengan total 33 flight, ontime 32 flight, delay 1 flight,” rinci Syaiful pada SULTRABERITA.ID, Sabtu 11 Januari 2020.
Dibanding rerata nasional, kata Syaiful, OTP PT Garuda Indonesia Branch Kendari jauh lebih tinggi.
Sebagai informasi, Senin 6 Januari lalu, PT Garuda Indonesia secara serentak menutup operasi penerbangan peak season Nataru di seluruh Indonesia.
Operasional penerbangan musim liburan secara nasional ditutup dengan tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) sebesar 89,01 persen. Persentase ini meningkat dari OTP periode peak season Nataru tahun sebelumnya yang hanya mencapai 83,73 persen.
Selama periode tersebut, Garuda dilaporkan mengoperasikan sebanyak total 7.919 penerbangan melayani arus libur Natal dan Tahun Baru 2020.
“Adapun faktor dominan yang paling memengaruhi ketepatan waktu penerbangan kita pada periode tersebut adalah Delay to Weather sebesar 1,16 persen, serta dampak bencana banjir Jabodetabek yang menyebabkan Delay Due to Flight Operation (1,42 persen),” pungkas Syaiful. Adm



