LAJUR.CO, KENDARI — Hadirnya fasilitas running track di kawasan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) langsung menarik animo masyarakat. Sejak resmi dibuka untuk umum, minat warga begitu tinggi, terutama bagi para runners dan pecinta olahraga atletik.
Sayangnya, pengenaan tarif Rp10 ribu untuk penggunaan running track sempat menuai protes. Padahal, kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah kampus untuk mengoptimalkan aset sekaligus menambah sumber pendapatan di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Pada waktu tertentu, kampus sejatinya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas running track secara gratis. Bahkan, khusus pembinaan prestasi mahasiswa, akses diberikan cuma-cuma tanpa biaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, menjelaskan sebagai perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU), UHO dituntut mampu meningkatkan kemandirian finansial melalui pemanfaatan aset yang dimiliki.
“Sebagai kampus BLU, kita harus menggali potensi pendapatan dari aset. Bukan semata-mata profit, tetapi setidaknya bisa menutup biaya pemeliharaan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Menurut Herman, pembangunan fasilitas seperti running track membutuhkan biaya besar, termasuk perawatan rutin setiap tahun. Tanpa adanya pemasukan tambahan, beban tersebut akan terus ditanggung oleh kampus.
Kebijakan pengenaan tarif masuk pada sejumlah fasilitas tertentu di kampus menjadi bagian dari ikhtiar UHO mengurangi ketergantungan terhadap UKT. Sebab saat ini, kontribusi pendapatan non-UKT UHO jauh dari target ideal 20 persen. Hanya berkisar 7 persen.
“Karena itu, kami mencari cara tanpa membebani mahasiswa. Aset kampus diberdayakan agar manfaatnya bisa kembali ke UHO,” jelasnya.
Meski demikian, UHO tetap menyediakan berbagai alternatif olahraga gratis di lingkungan kampus. Area jalan yang luas dan rindang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk jogging tanpa dikenakan biaya.
“Kalau ingin gratis, banyak jalan di kampus yang bisa dipakai berolahraga tanpa dipungut biaya,” katanya.
Namun, untuk fasilitas dengan standar khusus seperti running track, tarif diberlakukan karena adanya sarana tambahan yang memerlukan biaya pembangunan dan pemeliharaan.
Di sisi lain, UHO memberikan akses gratis pada waktu tertentu, khususnya untuk kepentingan akademik dan pembinaan prestasi mahasiswa.
“Untuk pembinaan prestasi atau mahasiswa tertentu, ada jadwal khusus yang gratis,” tambahnya.
Ke depan, UHO berencana menerapkan sistem pembayaran non-tunai, seperti transfer dan QRIS, serta membuka peluang sistem keanggotaan bagi masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas tersebut secara rutin.
Laporan: Ika Astuti





