LAJUR.CO, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mendorong pemanfaatan e-government sebagai upaya mewujudkan pemerintahan yang responsif dan transparan. Hal tersebut dipaparkan orang nomor satu di Sultra saat membuka Simposium Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM) 2026 di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Selasa (10/2/2026).
Mantan Kabinda Sultra itu menegaskan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Simposium ini diharapkan menjadi momentum untuk membuka peluang pemanfaatan e-government secara lebih luas sebagai salah satu upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Andi Sumangerukka.

Simposium Nasional dan Munas AIPPTM 2026 mengusung tema “Transformasi Digital dan E-Government dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Responsif dan Transparan.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 10–11 Februari 2026, dan diikuti oleh seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki program studi Ilmu Pemerintahan.
Rektor UM Kendari, Prof. Muhammad Nurdin, mengatakan forum tersebut menjadi ajang strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarpengurus serta program studi Ilmu Pemerintahan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Melalui simposium dan munas ini, seluruh perguruan tinggi dapat saling berkomunikasi, bermusyawarah, dan memperkuat Program Studi Ilmu Pemerintahan,” kata Prof. Muhammad Nurdin.
Kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua AIPPTM Prof. Tri Sulistyaningsih serta Dosen FISIP UM Kendari Dr. Andi Syaiful Zainal. Selain membahas transformasi digital pemerintahan, forum ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan dan inovasi dalam penguatan tata kelola pemerintahan.
Andi Sumangerukka mengimbau agar kegiatan ilmiah seperti AIPPTM dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu melahirkan ide-ide baru bagi perbaikan sistem pemerintahan.
Sementara itu, Prof. Muhammad Nurdin berharap kehadiran Gubernur Sultra dapat memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa terkait praktik pemerintahan yang baik dan berintegritas.
“Mahasiswa perlu disiapkan menjadi pemimpin yang jujur, kompeten, dan kredibel. Karena itu, mereka harus diberi ruang untuk menyiapkan diri sebagai pemimpin masa depan,” tuturnya.
Laporan: Ika Astuti




