LAJUR.CO, KENDARI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah.
GPM digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman, harga terjangkau, serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman.
Kepala Disketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan kegiatan pasar murah ini rutin dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan, seperti Imlek dan Ramadan, yang umumnya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.

“Seperti yang kita ketahui, pada Februari ini kita menghadapi dua hari besar keagamaan, yakni Imlek dan Ramadan. Karena itu, pemerintah pusat hingga daerah melakukan langkah-langkah antisipatif agar harga pangan tetap stabil,” ujar Abdul Rauf, Senin (9/2/2026).
Gerakan Pasar Murah tersebut dilaksanakan di pelataran parkir Kantor Balai Kota Kendari dan berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Februari 2026. Pasar murah melibatkan 22 distributor serta 20 pelaku UMKM yang bergerak di sektor olahan pangan.
Selain pelaksanaan terpusat, Disketapang Kota Kendari juga secara rutin menggelar GPM secara mandiri dengan metode jemput bola ke kelurahan-kelurahan. Hingga Januari 2026, tercatat sekitar 20 kegiatan GPM telah dilaksanakan di berbagai wilayah Kota Kendari.
Sementara itu, Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musaruddin, mengungkapkan menjelang Ramadan, permintaan kebutuhan pokok masyarakat biasanya mengalami peningkatan signifikan.
Ia menambahkan, tanpa langkah antisipasi yang tepat, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan menurunkan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kendari memandang perlu mengambil langkah-langkah konkret dan terukur melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah,” tutur Adriana.
Adriana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan GPM, mulai dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD, distributor, pelaku usaha, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Melalui GPM ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Adriana.
Senada dengan itu, Abdul Rauf berharap kehadiran GPM dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menjelang Ramadan dengan harga yang lebih ramah di kantong.
“Harapan kami, masyarakat bisa datang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pangannya, sehingga dapat menjalani bulan Ramadan dalam suasana yang tenang, aman, dan fokus menjalankan ibadah puasa,” pungkas Abdul Rauf.
Laporan: Ika Astuti




