LAJUR.CO, KENDARI – Persoalan usia acap kali menjadi biang polemik dalam proses suksesi calon rektor Universitas Halu Oleo (UHO). Plt Rektor UHO Dr Herman menyebut, tak hanya UHO, persoalan administrasi mengenai batas usia calon rektor kerap menjadi polemik seluruh kampus di Indonesia.
Untuk menghindari perbedaan tafsir, lanjut Dr Herman, UHO lebih dulu memantapkan syarat administrasi penjaringan terutama terkait batas usia. Mengacu kebijakan pusat, bakal calon rektor harus berusia maksimal 60 tahun pada saat berakhirnya masa jabatan rektor sebelumnya.
“Di UHO, penentuan batas usia 60 tahun itu kita ambil dari masa akhir jabatan rektor. Jika merujuk pada almarhum Prof. Armid, seharusnya masa jabatannya berakhir pada 2029. Namun karena kondisi tertentu, maka pangkal perhitungannya diambil dari akhir masa jabatan Plt, yaitu 25 Agustus 2026,” jelas Dr. Herman, Selasa (30/1/2026).

Sebagai informasi, Dr Herman ditunjuk menggantikan almarhum Prof Armid sebagai Plt Rektor UHO untuk masa tugas satu tahun, terhitung sejak 25 Agustus 2025. Tanggal inilah yang kemudian menjadi rujukan penetapan batas usia pada ajang Pilrektor UHO kedepan.
Mengacu regulasi resmi, lanjut Dr Herman, proses seleksi pimpinan perguruan tinggi dilakukan lima bulan sebelum masa jabatan rektor berakhir. Dengan demikian, Pemilihan Rektor (Pilrek) UHO dijadwalkan mulai Maret 2026.
“Seharusnya memang Maret, tapi bisa saja lebih cepat atau sedikit bergeser tergantung kondisi. Yang pasti, Pilrek akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ujarnya.
Menurut Dr Herman, penetapan 25 Agustus 2026 sebagai batas akhir masa jabatan rektor dinilai tepat untuk mencegah potensi konflik di kemudian hari. Pasalnya, perbedaan satu hari usia saja dapat menimbulkan polemik administratif.
“Kalau ada calon rektor yang mendaftar dan pada tanggal itu usianya sudah 60 tahun satu hari, maka secara administrasi tidak bisa diloloskan,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Dr. Herman menitipkan pesan kepada calon rektor mendatang agar tidak semata-mata membayangkan kekuasaan, kewenangan, dan hak besar yang melekat pada jabatan tersebut, melainkan juga memahami besarnya tanggung jawab yang harus diemban.
“Saya berharap rektor ke depan benar-benar siap memikul tanggung jawab besar. Mungkin bagi sebagian orang terlihat sederhana, tetapi hal-hal seperti data, mahasiswa, alumni, serta tata kelola perguruan tinggi justru menjadi kunci utama dalam memimpin kampus sebesar UHO,” pungkasnya.
Laporan: Ika Astuti




