BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Inflasi Sultra Melonjak Tajam Tembus 5,1 Persen, Tertinggi Kedua Nasional per Januari 2026

×

Inflasi Sultra Melonjak Tajam Tembus 5,1 Persen, Tertinggi Kedua Nasional per Januari 2026

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Angka inflasi tahunan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melonjak tajam pada Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (yoy) Sultra mencapai 5,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,37.

Persentase tersebut menempatkan Sultra sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi kedua secara nasional, persis di bawah Provinsi Aceh yang menjadi provinsi inflasi tertinggi se-Indonesia.

Selain inflasi tahunan, Provinsi Sultra mengalami inflasi month to month (m-to-m) dan year to date (y-to-d) masing-masing sebesar 0,69 persen. Secara nasional, BPS melaporkan inflasi Indonesia pada Januari 2026 berada di angka 3,55 persen (yoy), tertinggi dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Momen Dayumin, Atlet Dayung Kebanggaan Sultra Nikmati Liburan Keluarga di Pantai Membuku Buton Utara

Dengan capaian tersebut, inflasi Sultra menjadi yang paling tinggi di seluruh wilayah Sulawesi. Sebagai perbandingan, inflasi terendah di kawasan selebes dipegang Provinsi Sulawesi Utara yang hanya mencapai 1,04 persen.

Senin (2/2/2026), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan mengungkapkan sejumlah faktor utama yang mendorong lonjakan inflasi tahunan di Sultra. Ia menyebut kenaikan harga listrik, emas, beras, ikan-ikanan, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang terbesar inflasi yoy Januari 2026.

Menurut Andi, tingginya inflasi tahun tidak lepas dari efek low base effect. Pada Januari 2025, pemerintah masih menerapkan kebijakan diskon tarif listrik hingga 50 persen, yang cenderung membuat angka inflasi saat itu relatif rendah.

Baca Juga :  Bantuan Rumah Nelayan Sultra Naik Jadi 1.000 Unit di Tahun 2026, Fokus ke Ibu-Ibu Pesisir

“Periode pembanding Januari 2025 itu bukan pembanding yang kuat karena ada diskon listrik dari pemerintah. Tahun ini diskon tersebut tidak ada, sehingga inflasi terlihat lebih tinggi,” jelas Andi saat rilis inflasi bulanan di Kantor BPS Sultra.

Meski inflasi Sultra telah melampaui batas toleransi inflasi Bank Indonesia yang berada di kisaran 2,5 persen ±1 persen, BPS menilai kondisi tersebut masih tergolong aman. Andi menegaskan, daya beli masyarakat Sultra sejauh ini belum terdampak signifikan, meskipun tekanan harga meningkat.

Baca Juga :  Anggaran Dana Desa Tiga Desa di Sultra Gagal Cair

Menariknya, sejumlah komoditas yang biasanya menjadi “biang inflasi” di Sultra justru berperan sebagai penahan laju inflasi pada Januari 2026. Cabai merah dan cabai rawit tercatat mengalami deflasi terdalam, sehingga membantu menahan kenaikan harga secara keseluruhan.

Sementara itu, dari empat daerah yang menjadi kota inflasi di Sultra, Kabupaten Kolaka mencatat inflasi tertinggi dengan angka 6,75 persen dan IHK 112,65. Adapun inflasi terendah terjadi di Kabupaten Konawe, sebesar 3,79 persen dengan IHK 109,58. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x