LAJUR.CO, KENDARI – Di tengah tren lonjakan wisata saat libur Lebaran, suasana berbeda justru terlihat di Taman Nasional (TN) Rawa Aopa Watumohai Sulawesi Tenggara. Kawasan wisata alam ini tetap ramai, namun dalam batas yang terjaga, dengan jumlah kunjungan relatif stabil.
Pengendala Ekosistem Hutan (PEH) Muda TN Rawa Aopa Watumohai, Amriyana, menyebut total kunjungan selama libur Lebaran 2026 tercatat sebanyak 115 orang. Angka tersebut tidak jauh berbeda dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kalau kunjungan libur Lebaran terpantau stabil seperti tahun lalu. Totalnya mencapai 115 orang, tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” ujarnya pada Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, stabilnya jumlah kunjungan ini bukan tanpa alasan. Sejak pasca pandemi Covid-19, pengelola mulai menerapkan konsep ekowisata yang menekankan pada pembatasan jumlah pengunjung serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Karena kami menganut konsep ekowisata/ecotourism, sudah bukan pariwisata massal /mass tourism lagi. Sejak setelah Covid, kami mulai berlakukan sampai sekarang,” tambahnya.
Pendekatan tersebut membuat TN Rawa Aopa Watumohai tidak lagi mengejar jumlah wisatawan secara besar-besaran. Pengelola kawasan lebih fokus pada kualitas kunjungan dan pengalaman wisata berbasis alam.
Sebagai salah satu destinasi unggulan, kawasan ini menawarkan beragam panorama unik. Mulai dari hutan mangrove hingga savana di Bukit Modus dengan lanskap bergelombang. Bukit ini juga kerap disebut menyerupai lokasi film Teletubbies.
Taman nasional seluas sekitar 1.050 kilometer persegi ini juga merupakan kawasan konservasi penting yang melindungi berbagai satwa endemik seperti anoa dan babirusa.
Statusnya sebagai Situs Ramsar semakin menegaskan peran strategis kawasan ini dalam menjaga ekosistem lahan basah. Red





