LAJUR.CO, KENDARI – Di balik senyum bahagia para wisudawan, momen kelulusan juga menghadirkan geliat ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Salah satunya dirasakan para penjual buket bunga yang memanfaatkan momentum wisuda sebagai ladang rezeki.
Deretan buket bunga berwarna-warni tampak berjajar rapi di sepanjang trotoar kampus, menjadi pemandangan khas setiap kali pelaksanaan wisuda. Kehadiran buket tersebut tak hanya mempercantik momen perayaan, tetapi juga menjadi simbol apresiasi bagi para lulusan.
Momentum wisuda dimanfaatkan oleh para pedagang buket untuk meraih keuntungan. Salah satunya Putri, pedagang buket dan suvenir wisuda yang telah menekuni usaha ini sejak 2019.

Putri mengungkapkan, dalam sehari berjualan saat wisuda, ia mampu meraup omzet hingga Rp2 juta. Bahkan, pada periode wisuda tertentu yang digelar di Universitas Halu Oleo (UHO), keuntungannya bisa mencapai Rp6 juta dalam satu rangkaian pelaksanaan wisuda.
“Omzetnya memang tidak menentu, tapi biasanya bisa dapat sekitar Rp2 juta saat berjualan di hari wisuda,” ujar Putri, Selasa (3/2/2026).
Adapun harga buket yang dijual Putri bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp80 ribu. Dari berbagai jenis buket yang ditawarkan, buket boneka menjadi favorit pembeli dengan harga sekitar Rp75 ribu.
Meski demikian, Putri mengaku menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan usahanya. Mulai dari ketatnya persaingan antarpenjual, hingga perubahan kebijakan pelaksanaan wisuda di UHO yang kini hanya mewisudakan sekitar 750 mahasiswa dalam satu kali pelaksanaan.
Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada jumlah pengunjung dan menurunkan omzet penjualan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika wisuda digelar dengan jumlah peserta mencapai ribuan mahasiswa.
“Salah satu tantangannya itu persaingan dan pengunjung yang berkurang karena jumlah wisudawan lebih sedikit. Dulu wisuda bisa dua hari dengan ribuan mahasiswa, pembeli ramai dan buket hampir habis,” ungkap Putri.
Meski begitu, Putri tetap berharap momentum wisuda ke depan dapat kembali menghadirkan peluang ekonomi yang lebih besar bagi para pelaku usaha kecil di sekitar kampus.
Laporan: Ika Astuti




