SULTRABERITA.ID, KENDARI – Ada kabar baik dalam upaya menyembuhkan pasien COVID-19. Kabar baik itu adalah terobosan tentang obat yang diyakini manjur untuk menyembuhkan pasien terjangkiti virus corona.
Saat ini para dokter di Eropa menggunakan obat bernama Tocilizumab atau Actemra untuk menyembuhkan pasien COVID-19. Sebelumnya obat buatan ROCHE itu itu digunakan untuk mengobati radang sendi.
Obat itu telah dijajal untuk mengobati pasien COVID-19 di Tiongkok. Hasilnya adalah 90 persen dari total pasien yang diberi Tocilizumab atau Actemra sembuh dari corona.

Saat ini tenaga medis di Italia juga menggunakan Actemra untuk mengobati pasien COVID-19. Negeri Pisa itu merupakan negara yang menanggung efek paling buruk akibat wabah virus corona.
BACA JUGA:
- Pemprov Sultra Siapkan Beasiswa PPDS Bedah di UHO
- UHO Resmi Buka PPDS Ilmu Bedah, Siapkan Spesialis Bedah Pesisir untuk Sultra
- Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Kemaraya, Transaksi Lewat Kios Kecil
- Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok!
- Sosialisasi Safety Riding PT Vale Dibubarkan Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa di Luwu Timur Mengaku Trauma
Contohnya adalah Rumah Sakit Cotugno di Naples yang hanya merawat pasien COVID-19. Ada pasukan bersenjata menjaga rumah sakit spesialis penyakit menular itu.
Namun, paramedis di RS Cotugno tidak menggunakan alat pelindung diri berupa masker ataupun pakaian hazmat. Walakin, tak satu pun di antara mereka terjangkiti virus corona.
Media Italia melaporkan, rumah sakit itu telah menyembuhkan 11 pasien COVID-19. Awal April ini, Badan Pengawas Obat Italia mengumumkan rencana tentang uji coba pengobatan 330 pasien COVID-19 dengan Tocilizumab.
Professor Paolo Ascierto, direktur terapi inovatif di Department Imunologi Klinis di Napel mengaku telah menerima kabar baik soal efek Tocilizumab pada pasien COVID-19. “Berita datang dari seluruh Italia tentang para pasien telah menerima keuntungan (dari Tocilizumab, red), kami optimistis dengan tetap berhati-hati,” ujarnya.
Spanyol juga telah mencoba Tocilizumab pada pasien COVID-19. Negeri Matador itu juga kewalahan lantaran lebih dari 100 ribu warganya terjangkiti COVID-19, dengan angka mortalitas sudah di atas 11 ribu.
Para peneliti tengah meriset apakah penggunaan Tocilizumab maupun Actemra yang digabungkan hydroxychloroquine beserta azithromycin ampuh untuk mengobati pasien COVID-19. Mereka juga akan mencari tahu apakah obat-obatan itu efektif mengurangi tingkat kematian akibat wabah coronavirus. Adm
Sumber: jpnn.com
Judul: https://m.jpnn.com/amp/news/kabar-baik-ada-obat-yang-diyakini-manjur-untuk-pasien-corona




