LAJUR.CO, KENDARI – Kelangkaan minyak goreng di Kota Kendari mulai dikeluhkan pedagang pasar tradisional. Dalam beberapa bulan terakhir, produk minyak goreng, terutama jenis subsidi seperti Minyakita, disebut semakin sulit ditemukan di pasaran. Kondisi itu ikut berdampak pada ketersediaan minyak goreng curah hingga premium.
Salah satu pedagang di Pasar Anduonohu Kendari, Ani, mengaku sudah sekitar empat bulan terakhir tidak lagi menjual minyak goreng karena stok yang sulit didapatkan.
“Sudah 4 bulan kita tidak jual minyak goreng dek, dia sakit mi kepala ku cari ini minyak goreng,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Menurut Ani, kelangkaan tersebut turut memicu kenaikan harga minyak goreng di tingkat pedagang. Ia menyebut, sebelumnya minyak goreng subsidi Minyakita dijual dengan harga Rp22 ribu per liter, namun kini naik menjadi Rp27 ribu per liter akibat stok yang semakin menipis.
“Kita bilang mau disembunyi padahal tidak, yang jelas tidak ada kasihan,” ungkap Ani, Senin (25/5/2026).
Ani mengatakan, sebelumnya dirinya rutin mendapatkan pasokan minyak goreng langsung dari Bulog dengan jumlah yang cukup banyak. Namun saat ini distribusi minyak goreng disebut jauh berkurang dibanding biasanya.
Akibat kondisi tersebut, jumlah pembeli di lapaknya ikut sepi. Sebab, rerata pembeli yang dilayani adalah mereka ayang hendak membeli produk minyak goreng. Praktis, omset Ani menurun drastis sejak kelangkaan minyak goreng terjadi.
“Biasanya stokku banyak, sekarang enda taumi itu keknya da hilangmi semua minyak goreng di bumi,” ucapnya sambil tersenyum.
Sejumlah pedagang lain di Pasar Anduonohu juga mengeluhkan hal serupa. Mereka berharap pasokan minyak goreng subsidi di Kota Kendari segera kembali normal agar harga di tingkat pasar dapat stabil.
Laporan: Ika Astuti





