LAJUR.CO, KENDARI – Aktivitas di Pasar Grosir Kendari mulai berubah. Sejumlah lapak yang sebelumnya ramai kini terlihat kosong. Para pedagang perlahan mengemasi barang dagangan dan bersiap meninggalkan pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan grosir di Kota Kendari.
Mereka akan dipindahkan ke Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Batas waktu untuk meninggalkan Pasar Grosir di Jalan Brigjen M Yoenoes, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, ditetapkan hingga 20 Oktober 2026.
Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, mengatakan sebagian pedagang bahkan sudah lebih dulu pindah ke Pasar Banteng dan mulai berjualan di lokasi baru tersebut.
“Kami sudah komunikasi, sebagian pedagang grosir itu sudah pindah di sana dan itu mereka sudah berjualan. Sudah kurang lebih satu minggu. Sisanya menurut mereka per tanggal 20 sudah ada di sana, Banteng,” ungkap Asnar kepada Lajur.co melalui sambungan telepon, Rabu (7/10/2026).
Menurut Asnar, terdapat sekitar 80 hingga 100 pedagang Pasar Grosir yang akan berpindah. Data tersebut diperoleh Perumda Pasar melalui perwakilan pedagang.
Dari jumlah itu, sekitar 80 pedagang telah mendaftarkan diri untuk mendapatkan tempat di Pasar Banteng.
Perumda Pasar sebenarnya memberikan pilihan kepada pedagang untuk menempati salah satu dari 12 pasar resmi yang tersebar di Kota Kendari.
Namun, para pedagang memilih berkumpul di Pasar Banteng agar aktivitas perdagangan mereka tetap berada dalam satu kawasan.
“Kami mengarahkan mereka ke semua pasar resmi. Menurut permintaan mereka juga, mereka ingin bersatu satu tempat. Nah, kita arahkan di Pasar Banteng karena di sana pasar baru,” kata Asnar.
Pilihan tersebut memungkinkan karena Pasar Banteng masih memiliki kapasitas yang cukup besar. Pasar yang diresmikan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran pada Juli 2026 itu memiliki luas lebih dari satu hektare dan mampu menampung sekitar 200 hingga 250 pedagang.
Artinya, masih tersedia ruang untuk menampung pedagang Pasar Grosir yang memilih pindah ke sana.
Persiapan relokasi mulai dilakukan. Sejumlah pedagang sudah mengambil nomor urut dan mendapatkan tempat untuk berjualan. Menariknya, pedagang tidak dipungut biaya masuk agar bisa menempati bangunan yang telah disiapkan Perumda Pasar.
“Kami sudah siapkan bangunannya itu gratis, kecuali mereka membongkar sendiri untuk menata ulang, itu dari biaya sendiri tanpa melalui kami. Mereka sendiri yang menata,” ujar Asnar.
Pantauan Lajur.co, Senin (5/10/2026), suasana Pasar Grosir Kendari mulai sepi. Sejumlah lapak tampak kosong. Beberapa mulai mengemasi barangnya. Meski begitu, sebagian pedagang masih bertahan dan tetap melayani pembeli.
Sementara itu, bagian depan pasar, terpasang spanduk pemberitahuan mengenai rencana pemindahan pedagang ke Pasar Banteng.
Merujuk tenggat waktu relokasi pasar grosir hingga 20 Oktober 2026, para pedagang kini memiliki waktu kurang dari dua pekan untuk mengosongkan lapak dan memulai aktivitas perdagangan di lokasi baru. Sis



