SULTRABERITA.ID, KENDARI – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kendari terpaksa menutup operasi pencarian terhadap nelayan asal Wakatobi yang hilang di perairan Lasalimu Kabupaten Buton.
BACA JUGA :
- Telkomsel Terapkan Registrasi Biometrik ke Pengguna Nomor Baru, ini Caranya!
- Ekspor Non-Tambang Sultra di Pasar Global Bergairah, Awal 2026 Bukukan Penjualan Rp 31 Miliar
- Komoditas Arang Kelapa Kopdes Merah Putih Awunio Konsel Tembus Pasar China, Ekspor Perdana Dilepas Wagub Sultra
- 16 Hal yang Bisa Bikin Puasa Ramadan Makruh, Salah Satunya Terlalu Banyak Tidur
- Ikuti Aturan Pusat, Berikut Jadwal Kerja ASN Pemprov Sultra Selama Ramadan
Sudah sepekan, tim SAR berupaya menemukan jejak nelayan La Mili namun hasilnya nihil. Nelayan malang itu hingga kini belum diketahui nasibnya.

Kepala Basarnas Kendari, Arif Sofingi, menyatakan penghentian operasi pencarian telah disampaikan ke keluarga korban, Senin 15 Juni 2020.
“Berdasarkan hasil evaluasi operasi dan hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban diputuskan untuk menutup operasi pencarian terhadap satu orang nelayan yang dilaporkan hilang tersebut,” ujar Arif.
“Hingga memasuki hari ke- 7 pencarian terhadap satu orang nelayan An. La Milu/laki/49 tahun yang dilaporkan hilang disekitar perairan Lasalimu, Buton dengan hasil sampai saat ini yaitu tidak diketemukannya keberadaan korban,” jelasnya.
Namun begitu, Arif mengatakan peluang operasi SAR bisa dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Basarnas Kendari khususnya Pos SAR Wakatobi dan Pos SAR Baubau akan menindak lanjuti dengan melakukan pemantauan setiap informasi yang terkait dengan keberadaan nelayan tersebut hingga beberapa hari ke depan. Dengan demikian, Operasi SAR terhadap satu orang nelayan hilang di sekitar perairan Lasalimu Kabupaten Buton dinyatakan ditutup,” paparnya panjang lebar.
Proses pencarian nelayan melibatkan Pos SAR Wakatobi, Pol Air Wakatobi, Pos AL Wakatobi, nelayan sekitar dan keluarga korban. Adm





