BERITA TERKINIHEADLINE

SMPN 10 Kendari Canangkan Program LISA: Siswa Wajib Pungut Sampah Sebelum Jam Pulang

×

SMPN 10 Kendari Canangkan Program LISA: Siswa Wajib Pungut Sampah Sebelum Jam Pulang

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Ada pemandangan tak biasa di SMP Negeri 10 Kendari. Menjelang jam pulang sekolah, para siswa tidak langsung bergegas ke gerbang. Sebagian dari mereka justru sibuk memungut sampah plastik dan bungkus makanan yang tersisa di halaman sekolah.

Bukan tanpa alasan. Di sekolah tersebut membawa sampah menjadi salah satu syarat bagi siswa sebelum pulang ke rumah. Aturan tersebut merupakan bagian dari program Lihat Sampah Ambil (LISA), sebuah gerakan sederhana yang dirancang untuk menanamkan kedisiplinan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Dua Mahasiswa Geologi UHO Hilang Saat Kuliah Lapangan di Hutan Konawe

Melalui program ini, setiap siswa diminta mengambil sampah nonorganik di sekitar sekolah, kemudian membuangnya ke tempat yang telah disediakan. Sampah itu berfungsi sebagai “tiket” agar siswa bisa keluar dari lingkungan sekolah. Jika tidak membawa sampah, gerbang sekolah belum akan dibuka.

Kepala SMPN 10 Kendari, Attia Yuliana Djamal, mengatakan program LISA sudah berjalan sekitar dua pekan. Ia menyebut, pendekatan ini dipilih agar siswa tidak hanya paham teori kebersihan, tetapi juga terbiasa mempraktikkannya dalam keseharian.

“Sekarang anak-anak sudah refleks. Begitu melihat sampah, mereka langsung ambil dan simpan, lalu dibuang sebelum pulang,” kata Attia, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  5 Kebiasaan Simpel yang Bisa 'Restart' Otak dari Nol Versi Neurolog

Menurut Attia, kebijakan tersebut bukan bertujuan membatasi siswa, melainkan membentuk kebiasaan baik sejak dini. Ia berharap, kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh secara alami tanpa harus terus diingatkan oleh guru.

Ke depan, sekolah berencana mengembangkan program LISA dengan pemilahan sampah organik dan nonorganik. Namun saat ini, pihak sekolah masih memfokuskan penerapan pada sampah nonorganik yang paling banyak dihasilkan siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Zainal Abidin, menambahkan bahwa pihak sekolah juga menerapkan sanksi nonfisik bagi siswa yang membuang sampah sembarangan. Sanksi tersebut diberikan sebagai bentuk pembinaan.
“Tujuannya agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan, tidak hanya di sekolah, tapi juga di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebut Hadiah BombasTri Berakhir, Ribuan Pelanggan Tri Menang Hadiah Impian

Melalui program LISA, SMPN 10 Kendari berharap dapat menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan kepada para siswa.

Sekolah ingin membentuk generasi muda yang tak lagi menunggu perintah, tetapi memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x